InfoSAWIT, JAKARTA – Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Papua New Guinea guna mendorong pengembangan sektor sawit berkelanjutan di negara produsen. Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan kehormatan antara CPOPC dan Duta Besar Papua Nugini untuk Republik Indonesia, H.E. Simon Namis, yang berlangsung pada Senin (4/5/2026).
Dilansir InfoSAWIT dari CPOPC, Kamis (7/5/2026), pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperdalam kerja sama antara kedua pihak, sekaligus menegaskan kembali posisi CPOPC sebagai wadah kolaborasi negara-negara produsen minyak sawit dalam bertukar perspektif, menjawab tantangan bersama, serta memperkuat advokasi kolektif bagi industri sawit global.
CPOPC kembali menegaskan perannya sebagai platform strategis bagi negara-negara produsen untuk menyatukan pandangan, menghadapi tantangan bersama, dan memperkuat posisi sektor sawit di tingkat global.
BACA JUGA: Berikut Pentingnya Seleksi Dini Bibit Sawit, Kenali Gejala Abnormal Sejak Awal
Dalam kesempatan itu, CPOPC juga memperkenalkan Global Framework Principles for Sustainable Palm Oil (GFP-SPO) sebagai inisiatif utama untuk mendukung penguatan kerangka keberlanjutan di negara-negara produsen. Inisiatif ini dinilai relevan bagi Papua Nugini yang saat ini belum memiliki sistem sertifikasi sawit nasional.
Selain isu keberlanjutan, kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai pengembangan Special Economic Zones (SEZ) di Papua Nugini. CPOPC membuka peluang dukungan teknis dan kolaboratif untuk mempercepat pengembangan kawasan ekonomi khusus yang berpotensi menopang pertumbuhan industri sawit negara tersebut.
Pengenalan GFP-SPO serta eksplorasi dukungan terhadap pengembangan Special Economic Zones di Papua Nugini menjadi bagian dari langkah konkret untuk memperkuat pembangunan sektor sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Kerja sama ini dinilai strategis mengingat Papua Nugini merupakan salah satu anggota CPOPC yang memiliki potensi pengembangan industri sawit cukup besar di kawasan Pasifik. Dengan penguatan sinergi antarnegera produsen, CPOPC berharap suara kolektif industri sawit global semakin solid, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan perdagangan, kampanye negatif, hingga tuntutan standar keberlanjutan yang semakin ketat.
Ke depan, CPOPC menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama erat dengan Papua Nugini dalam mendorong kolaborasi praktis, memperkuat posisi negara produsen, serta memastikan pembangunan sektor sawit berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. (T2)
