InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.222/kg pada Kamis (7/5/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 50/kg atau naik sekitar 0,32% dibandingkan harga CPO pada Rabu (6/5/2026) yang mencapai Rp. 15.575/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.350/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.222/Kg. Harga CPO Loco Parindu dibuka Rp. 15.000/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.782/Kg.
Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/5/2026), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Pelemahan ini dipicu kombinasi tekanan eksternal dari turunnya harga minyak kedelai di pasar global, penguatan nilai tukar ringgit, serta ekspektasi meningkatnya produksi sawit Malaysia selama April.
BACA JUGA: Indonesia Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Resmi Dilepas di Sumut
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia tercatat turun RM20 per ton atau turun sekitar 0,44 persen ke level RM4.559 per ton pada jeda perdagangan siang.
Di sisi lain, selisih harga minyak sawit terhadap gas oil yang semakin menyempit turut mengurangi daya saing CPO sebagai bahan baku energi, terutama untuk sektor biodiesel. Pelemahan tajam harga minyak mentah dunia pada perdagangan malam sebelumnya juga memperburuk sentimen pasar komoditas secara keseluruhan.
Survei Reuters sebelumnya menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada April diperkirakan menurun, demikian pula ekspor. Namun, produksi diproyeksikan melonjak cukup signifikan, mencerminkan mulai pulihnya output musiman setelah periode produksi rendah pada awal tahun.
BACA JUGA: AEP Plantations Akuisisi Pinago Utama, Perluas Portofolio Sawit Hingga 23%
Pelaku pasar kini menanti rilis data bulanan pasokan dan permintaan dari Malaysian Palm Oil Board pada 11 Mei mendatang. Laporan tersebut akan menjadi indikator penting untuk membaca arah harga CPO dalam jangka pendek, terutama terkait dinamika stok, produksi, dan ekspor Malaysia sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia.
Tekanan serupa juga terlihat di pasar komoditas regional. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di bursa Dalian turun 1,14 persen, sementara harga kontrak minyak sawit di pasar yang sama terkoreksi 1,48 persen. Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai di CBOT juga melemah 0,32 persen.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Kamis (7/5/2026):
BACA JUGA: CPOPC Perkuat Kerja Sama Sawit Berkelanjutan dengan Papua Nugini
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.350 (WD).Penawaran tertininggi Rp. 15.222-EUP
Loco Parindu Rp. 15.000 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.782-EUP
CPKO_____
Franco Kuala Tanjung Rp. 32.550-SMART
PK______
Loco T.Lebar Rp. 14.390 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 13.100-SAP
Loco K.Sawit Rp. 15.175 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.834-SMART
Loco P.Tiga Rp. 15.244 (WD). Penawaran teringgi Rp. 14.936-SMART
(T2)
