STAA Bukukan Pertumbuhan Pendapatan di Semester I 2026

oleh -199 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Salah satu pabrik kelapa sawit milik STAA.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid pada semester pertama 2026, meskipun produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan akibat faktor musiman serta kondisi cuaca yang kurang mendukung di berbagai wilayah operasional.

Dilansir InfoSAWIT dari laporan kuartal perusahaan, Selasa (4/8/2026), sepanjang enam bulan pertama tahun ini STAA menilai industri kelapa sawit mulai memasuki fase yang lebih seimbang. Harga CPO telah kembali ke level yang lebih normal dibandingkan tahun sebelumnya, namun fundamental permintaan global tetap terjaga. Kondisi tersebut dimanfaatkan perusahaan dengan memperkuat bisnis hilir, meningkatkan standar operasional, serta menjaga kinerja keuangan tetap sehat.

Pada periode Januari–Juni 2026, produksi TBS STAA mencapai 478.244 ton, turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terutama berasal dari kebun inti yang produksinya menyusut 8,1%, sementara produksi kebun plasma justru meningkat 2,1% secara tahunan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV-Juli 2026 Tertinggi Rp3.671,49 per Kg

Produktivitas kebun juga mengalami penyesuaian mengikuti pola panen musiman. Produktivitas kebun inti tercatat 10,3 ton per hektare, turun 11,8%, sedangkan produktivitas kebun plasma mencapai 8,9 ton per hektare, atau turun 5,0% dibandingkan semester pertama 2025.

Dari sisi pengolahan, volume TBS yang masuk ke pabrik mencapai 810.034 ton, atau berkurang 18,7% secara tahunan akibat menurunnya pasokan dari kebun internal maupun pemasok eksternal.

Sejalan dengan itu, produksi CPO turun 16,8% menjadi 176.344 ton, sementara produksi inti sawit (PK) menyusut 19,1% menjadi 38.962 ton.

BACA JUGA: Karantina Lampung Gagalkan Peredaran 75.992 Bibit Sawit Ilegal, Potensi Kerugian Petani Capai Rp42 Miliar

Meski volume produksi menurun, efisiensi operasional menunjukkan perbaikan. Oil Extraction Rate (OER) meningkat menjadi 21,8%, dibandingkan 21,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara Kernel Extraction Rate (KER) tetap stabil di level 4,8%, mencerminkan optimalisasi proses pengolahan di pabrik.

Di sisi pemasaran, STAA meningkatkan pemanfaatan CPO sebagai bahan baku bagi kilang pengolahan milik perusahaan. Strategi tersebut, ditambah penurunan produksi akibat faktor musiman, menyebabkan volume penjualan CPO kepada pihak ketiga turun menjadi 70.843 ton.

Sebaliknya, bisnis hilir terus menunjukkan perkembangan positif. Penjualan produk hasil pemurnian (refined products) mencapai 214.247 ton pada semester pertama 2026, mencerminkan peningkatan kontribusi operasional kilang yang kini semakin optimal.

BACA JUGA: HR CPO Agustus 2026 Turun ke US$ 996,52 per Ton, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ditetapkan US$ 272,56 per ton

Sementara itu, volume penjualan PK tercatat 16.011 ton, turun 1,7%, sedangkan penjualan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) mencapai 22.642 ton, atau menurun 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi harga jual, STAA masih menikmati tren harga yang lebih baik. Rata-rata harga jual bersih setelah dikurangi bea keluar dan pungutan ekspor untuk CPO mencapai Rp14.890 per kilogram, meningkat 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Harga rata-rata PK naik 9,2% menjadi Rp13.482 per kilogram, sedangkan CPKO meningkat 8,6% menjadi Rp29.462 per kilogram.

Perseroan menilai kombinasi antara penguatan bisnis hilir, disiplin operasional, serta kontribusi penuh dari fasilitas refinery menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan pendapatan dan menjaga profitabilitas perusahaan di tengah normalisasi harga CPO dan penurunan produksi akibat faktor musiman. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com