InfoSAWIT, KONAWE UTARA – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, mempercepat pendataan pekebun kelapa sawit sebagai bagian dari upaya memperkuat legalitas usaha perkebunan rakyat sekaligus mendorong implementasi praktik sawit berkelanjutan melalui penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Dilansir InfoSAWIT dari Kendari Pos, Selasa (4/8/2026), langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Workshop Multistakeholder Sawit Berkelanjutan yang dirangkaikan dengan kegiatan percepatan pendataan pekebun kelapa sawit. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, Serikat Petani Kelapa Sawit Nasional (SPKS), organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kepala desa se-Kabupaten Konawe Utara.
Bupati Konawe Utara, Ikbar, menegaskan bahwa pendataan pekebun merupakan tahapan strategis dalam mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang sesuai dengan ketentuan pemerintah, termasuk mendukung implementasi sertifikasi ISPO.
Menurutnya, pendataan tidak sekadar memenuhi aspek administrasi, tetapi menjadi fondasi dalam membangun basis data pekebun yang akurat dan terintegrasi. Data tersebut mencakup identitas petani, lokasi kebun, luas areal, status lahan, asal tanaman hingga potensi produksi yang nantinya menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun kebijakan serta menyalurkan berbagai program pemberdayaan kepada pekebun.
Ikbar menekankan pentingnya validitas data agar tidak terjadi pencatatan ganda terhadap kepemilikan lahan maupun adanya petani yang justru belum terdata. Basis data yang akurat, kata dia, akan menjadi dasar pemerintah dalam memberikan perlindungan, pembinaan, serta berbagai bentuk dukungan kepada petani sawit.
Ia juga mengingatkan pemerintah desa bersama instansi terkait agar memastikan seluruh data calon penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin penyaluran bantuan bibit maupun program pemerintah lainnya berlangsung tepat sasaran dan menghindari potensi penyalahgunaan.
BACA JUGA: Biodiesel Menjadi Jangkar Harga Minyak Sawit Baru
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara, Herman Sewani, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pendataan pekebun sawit. Menurutnya, sektor kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Herman berharap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, termasuk kendala terkait status kawasan hutan, dapat menjadi perhatian bersama tanpa menghambat upaya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun.
Melalui percepatan pendataan STDB dan sertifikasi ISPO, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap legalitas usaha pekebun semakin kuat, akses petani terhadap berbagai program pemerintah semakin terbuka, serta daya saing produk kelapa sawit daerah terus meningkat. Upaya tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (T2)
