India Borong Urea 2,5 Juta Ton, Indonesia Siap Manfaatkan Peluang Ekspor

oleh -11.039 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Pupuk.

InfoSAWIT, MUMBAI – Lonjakan kebutuhan pupuk global akibat konflik di Timur Tengah mendorong India meningkatkan impor urea hingga 2,5 juta metrik ton. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor pupuk di tengah ketatnya pasokan global.

Dilansir InfoSAWIT dari India Times, pada Rabu (8 April 2026), perusahaan milik negara Indian Potash Ltd (IPL) telah merilis tender impor 1,5 juta ton urea melalui pelabuhan pesisir barat, sementara tambahan 1 juta ton akan didatangkan melalui wilayah timur India.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis India dalam menjaga ketersediaan pupuk menjelang musim tanam utama yang dimulai pada Juni, bertepatan dengan datangnya musim monsun.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode 1 – 7 April 2026 Turun Rp46,05  per Kg

 

Pasokan Global Terganggu, Produksi India Tertekan

Lonjakan impor dilakukan menyusul terganggunya pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah, yang berdampak langsung pada produksi urea domestik India. Keterbatasan gas alam sebagai bahan baku utama membuat produksi dalam negeri mengalami penurunan signifikan.

Pemerintah India mencatat kawasan Teluk berkontribusi sekitar 20–30 persen terhadap impor urea dan hampir 50 persen terhadap pasokan LNG. Ketergantungan ini membuat sektor pupuk sangat rentan terhadap dinamika geopolitik.

Produksi urea India bahkan sempat turun sekitar 600 ribu hingga 700 ribu ton per bulan. Meski pasokan gas mulai membaik, impor tetap diperlukan untuk menutup defisit kebutuhan dalam negeri.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 8-14 April 2026 Naik Rp 124,78 per Kg

Di sisi lain, pasar global juga menghadapi keterbatasan pasokan. Gangguan distribusi dari kawasan Timur Tengah menyebabkan surplus urea dunia menyusut, sehingga memicu ketidakpastian harga.

“Pasokan global terbatas akibat gangguan di Timur Tengah. Menarik untuk melihat siapa saja yang akan berpartisipasi dalam tender ini karena akan sangat menentukan harga,” ujar pelaku industri.

 

Indonesia Bidik Peluang Ekspor Urea

Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru melihat peluang untuk memperkuat posisi sebagai pemasok pupuk global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa setidaknya tiga negara telah menyatakan minat untuk mengimpor urea dari Indonesia.

BACA JUGA: Implementasi B50 Perlu Dibarengi Penguatan Hulu Sawit, Ini Peringatan Peneliti UI

“Kita akan ekspor pupuk urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta,” ujar Amran, Minggu (5/4/2026).

Meski belum mengungkap identitas negara peminat, pemerintah saat ini tengah melakukan negosiasi guna mendapatkan harga terbaik yang dapat meningkatkan devisa negara.

Langkah ekspor ini dipastikan tidak akan mengganggu kebutuhan domestik. Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk nasional tetap aman berkat pengamanan bahan baku sejak awal tahun, sekaligus sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pertanian nasional.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com