Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw Pada Jumat (10/4), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Tertekan

oleh -6.018 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Kantor PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN)- Inacom.

InfoSAWIT, JAKARTA –  Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.589/kg pada Jumat (10/4/2026), dengan demikian harga CPO turun Rp. 189/kg atau turun sekitar 1,2% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Kamis (9/4/2026) yang mencapai Rp. 16.778/Kg.

Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.730/Kg, namun terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.589/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 15.530/Kg, namun terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.392/Kg.

Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives mengalami tekanan tajam pada akhir Jumat (10/4/2026), menghentikan tren penguatan selama lima pekan berturut-turut.

BACA JUGA: SISKA Bisa Jadi Solusi Cerdas Atasi Kewajiban FPKMS di Tengah Krisis Lahan di Riau

Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, pada Jumat (10/4/2026), kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM108 per ton atau turun 2,33% menjadi RM4.535 per ton, setara sekitar US$1.144,05 per ton.

Penurunan ini juga memperdalam koreksi mingguan menjadi 6,28%, yang merupakan penurunan terbesar dalam hampir 16 bulan terakhir.

Pelemahan harga dipicu kekhawatiran bahwa peningkatan produksi pada periode puncak April hingga Juni berpotensi melampaui permintaan global, terutama di tengah dampak konflik di Timur Tengah yang menekan konsumsi serta meningkatkan biaya logistik.

BACA JUGA: 3 Serangga Penyerbuk Sawit Baru Resmi Dilepas, Berharap Produktivitas Sawit Nasional Melesat

Di sisi lain, data menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Maret 2026 justru turun untuk bulan ketiga berturut-turut dan mencapai level terendah dalam tujuh bulan. Penurunan ini didorong oleh lonjakan ekspor yang lebih besar dibandingkan kenaikan produksi.

Namun, pelaku pasar menilai kondisi tersebut belum cukup kuat untuk menopang harga dalam jangka pendek.

Merujuk data surveyor kargo menunjukkan bahwa ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–10 April turun signifikan, yakni antara 30,7% hingga 38,9% dibandingkan periode sebelumnya.

BACA JUGA: Prabowo Dorong Investasi Besar Refinery Sawit untuk Produksi Avtur Berbasis Limbah

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap melemahnya permintaan global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com