FORTASBI dan Petani Sawit Aceh Tamiang Bangun Rehabilitasi Lahan, Dorong Model Agro-Biodiversity

oleh -527 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi/Fortasbi Indonesia bersama Perkumpulan Petani Sawit Tenggulun Lestari di Aceh Tamiang memulai kolaborasi perlindungan dan rehabilitasi lahan berbasis petani swadaya.

InfoSAWIT, ACEH TAMIANG – Upaya mendorong sawit berkelanjutan kini bergerak melampaui praktik budidaya di kebun. Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia bersama Perkumpulan Petani Sawit Tenggulun Lestari di Aceh Tamiang memulai kolaborasi perlindungan dan rehabilitasi lahan berbasis petani swadaya sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkebunan yang lebih resilien, regeneratif, dan ramah lingkungan.

Inisiatif tersebut lahir setelah bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh pada akhir 2025, termasuk kawasan Aceh Tamiang. Bencana itu dinilai tidak semata dipicu cuaca ekstrem, tetapi juga berkaitan erat dengan perubahan bentang alam di wilayah hulu sungai, degradasi tutupan hutan, serta alih fungsi lahan yang berdampak pada menurunnya daya dukung lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, FORTASBI bersama Pesatri mulai mengembangkan model pengelolaan lahan yang tidak hanya fokus pada produktivitas kebun sawit, tetapi juga menempatkan konservasi, keberagaman hayati, dan rehabilitasi ekosistem sebagai bagian penting dalam tata kelola perkebunan rakyat.

BACA JUGA: Pakar Nutrisi India: Minyak Sawit Dinilai Strategis untuk Perbaikan Nutrisi di Negara Berkembang

Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah pembangunan area pembibitan tanaman hutan dan tanaman buah lokal khas Aceh untuk mendukung program revegetasi di lahan kritis serta kawasan bernilai konservasi tinggi. Sejumlah bibit yang disiapkan antara lain mangga, manggis, durian, kemenyan, jati, petai, jengkol, alem, kayu manis, hingga rambutan.

Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk model kebun berbasis agro-biodiversity dan agro-ecology, di mana perkebunan sawit tidak berdiri sebagai lanskap monokultur semata, tetapi terintegrasi dengan vegetasi lain yang mendukung keseimbangan ekologis, memperbaiki kualitas tanah, menjaga cadangan air, serta meningkatkan ketahanan lanskap terhadap perubahan iklim.

Kepala Sekretariat Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, Rukaiyah Rafik, mengatakan model perlindungan dan rehabilitasi lahan yang sedang dikembangkan akan diperluas kepada anggota FORTASBI di berbagai wilayah.

BACA JUGA: SSMS Catat Ketertelusuran 2 Juta Ton TBS Sawit, 100% Operasional Sudah Bersertifikat ISPO

“Model perlindungan dan rehabilitasi yang sedang berjalan saat ini akan terus dikembangkan oleh FORTASBI pada anggotanya dan akan didorong menjadi model Agro-Biodiversity. Ini adalah upaya untuk menavigasi transisi petani swadaya dari proses sertifikasi sawit berkelanjutan menuju landscape berkelanjutan,” ujar Rukaiyah Rafik, dilansir InfoSAWIT dari Fortasbi, Selasa (5/5/2026).

FORTASBI menilai keterlibatan petani swadaya sangat krusial dalam agenda konservasi la5nskap nasional. Dengan populasi mencapai sekitar 2,7 juta petani yang mengelola hampir 41 persen total lahan perkebunan sawit Indonesia, kontribusi petani dinilai dapat menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan ekosistem apabila diarahkan melalui program rehabilitasi berbasis komunitas.

Selain rehabilitasi lahan, FORTASBI juga tengah mengembangkan model perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi dan bernilai karbon tinggi yang berada di area kebun petani maupun lanskap di sekitar wilayah operasional mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata petani sawit dalam mitigasi perubahan iklim.

BACA JUGA: BPDP Minta Proposal Riset 2026 Sajikan Target Dampak Terukur dan Roadmap Hilirisasi yang Jelas

Sekretaris Perkumpulan Petani Sawit Tenggulun Lestari, Putra Gunawan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, inisiatif rehabilitasi lingkungan menjadi langkah penting pasca-bencana, sekaligus membuktikan bahwa petani sawit juga memiliki komitmen terhadap pengelolaan kebun yang bertanggung jawab.

“Inisiatif ini diharapkan memberikan dampak nyata pada lingkungan, dan bisa mengurangi atau mencegah bencana di masa depan. Kami senang sekali berkolaborasi, diharapkan program ini berjalan sukses,” ungkap Putra Gunawan.

Seiring berkembangnya sertifikasi sawit berkelanjutan selama lebih dari satu dekade, gerakan petani swadaya kini mulai memasuki fase baru—dari sekadar memenuhi standar keberlanjutan rantai pasok, menuju keterlibatan aktif dalam membangun lanskap perkebunan yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com