PTPN IV PalmCo Gandeng ITS Kembangkan Bensin Sawit untuk Lima Tahun Kedepan

oleh -2.359 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (kiri), bersama Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa (kanan).

InfoSAWIT, Surabaya – Upaya mendorong hilirisasi industri sawit menuju sektor energi terbarukan terus diperkuat. Sub Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan inovasi energi berbasis kelapa sawit, termasuk pengembangan biogasoline atau bensin sawit (Benwit) sebagai alternatif bahan bakar masa depan.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Bambang Pramujati, di Surabaya, Minggu (19/4/2026) lalu. Penandatanganan itu turut disaksikan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan kemandirian energi nasional.

Menteri Pertanian menilai sinergi antara industri dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam mendorong lahirnya inovasi energi hijau berbasis sumber daya domestik. Menurutnya, komoditas sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh menjadi produk energi bernilai tambah tinggi yang dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia.

BACA JUGA: Pakar Nutrisi India: Minyak Sawit Dinilai Strategis untuk Perbaikan Nutrisi di Negara Berkembang

“Hari ini kita tekan MoU untuk Benwit. Kita mulai dari industri skala kecil dulu, kalau ini berhasil, langsung kita buka skala besar. Saya minta pengembangan ini dikawal dengan baik agar Indonesia tidak terus bergantung pada bahan bakar fosil. Ini langkah nyata menuju ketahanan energi nasional,” tegas Andi Amran Sulaiman.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi PalmCo untuk memperluas peran perusahaan, tidak hanya sebagai produsen hulu, tetapi juga sebagai penggerak hilirisasi sawit yang kompetitif dan berkelanjutan.

“Sinergi dengan ITS adalah langkah konkret PalmCo dalam mengintegrasikan riset teknologi ke skala industri. Fokus kami bukan hanya meningkatkan produktivitas kebun, tetapi juga membangun ekosistem bisnis sawit berkelanjutan, termasuk mempercepat implementasi energi bersih seperti biogasoline,” ujar Jatmiko, dalam keterangan resmi dilansir InfoSAWIT pada Selasa (5/5/2026).

BACA JUGA: SSMS Catat Ketertelusuran 2 Juta Ton TBS Sawit, 100% Operasional Sudah Bersertifikat ISPO

Ia menjelaskan, ruang lingkup kolaborasi mencakup pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan teknologi proses, hingga penerapan konsep zero waste di lingkungan perkebunan, sehingga industri sawit dapat semakin efisien dan ramah lingkungan.

Dari sisi akademik, Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset kampus agar dapat diterapkan langsung dalam sektor industri. Menurutnya, pengembangan bensin sawit menjadi momentum strategis untuk menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan energi nasional.

“Kerja sama ini menjadi jembatan penting agar inovasi seperti bensin sawit dapat diterapkan dalam skala luas. Ini membuka peluang pemanfaatan bahan baku domestik menjadi energi alternatif bernilai tambah tinggi yang mendukung ketahanan energi nasional,” jelas Bambang.

BACA JUGA: BPDP Minta Proposal Riset 2026 Sajikan Target Dampak Terukur dan Roadmap Hilirisasi yang Jelas

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti ITS, Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, mengungkapkan bahwa fokus utama riset adalah meningkatkan efisiensi konversi minyak sawit mentah menjadi produk biogasoline yang kompatibel dengan mesin kendaraan yang saat ini beredar di pasar.

Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan diversifikasi energi, tetapi juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

Kolaborasi yang dirancang berlangsung selama lima tahun tersebut juga akan melibatkan tim lintas disiplin dari ITS, PalmCo, serta dukungan teknis dari Kementerian Pertanian. Pembentukan tim kerja bersama diharapkan mampu mempercepat implementasi teknologi dari laboratorium menuju skala industri.

BACA JUGA: Pekebun Sawit Perlu Tahu, Sensus Buah Hitam untuk Prediksi Produksi dan Kebutuhan Panen

Jika pengembangan Benwit berhasil masuk fase komersial, langkah ini berpotensi membuka babak baru hilirisasi sawit Indonesia—dari sekadar penghasil minyak nabati menjadi produsen energi hijau berbasis kelapa sawit yang kompetitif di tingkat global. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com