Peremajaan Sawit Sungai Bahaur Estate, Buktikan Lahan Marginal Mampu Hasilkan Produktivitas Sawit Tinggi

oleh -91 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. BGA/ Panen perdana di SBHE, Region 4 Bumitama.

InfoSAWIT, JAKARTA – Program peremajaan kelapa sawit yang dijalankan Sungai Bahaur Estate (SBHE), Regional 4 Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group), membuktikan bahwa lahan marginal tetap mampu menghasilkan produktivitas tinggi apabila dikelola dengan penerapan agronomi yang tepat dan berkelanjutan. Berlokasi di Desa Selucing, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kebun ini berhasil mencatat hasil panen perdana yang melampaui target perusahaan.

SBHE mengelola areal hampir 4.000 hektare yang terbagi dalam enam divisi, mencakup kebun inti serta kebun plasma milik masyarakat. Tantangan utama perkebunan ini berasal dari karakteristik lahannya yang didominasi tanah Dystrudepts, jenis tanah yang dalam klasifikasi agronomi termasuk lahan marginal dan memerlukan pengelolaan lebih intensif agar mampu menghasilkan produktivitas optimal.

Alih-alih menjadi kendala, kondisi tersebut justru menjadi titik awal bagi SBHE untuk membuktikan bahwa pengelolaan yang terencana mampu mengoptimalkan potensi lahan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Juli 2026 Naik, Plasma Tembus Rp3.791,30/Kg dan Swadaya Rp3.477,40/Kg

 

Peremajaan Jadi Investasi Jangka Panjang

Program peremajaan (replanting) mulai dilaksanakan secara bertahap sejak 2022, seiring menurunnya produktivitas tanaman yang telah berusia lebih dari dua dekade. Selain produksi yang terus menurun, tinggi tanaman yang mencapai belasan meter juga menjadi pertimbangan penting karena memengaruhi efisiensi panen dan aspek keselamatan kerja.

Hingga 2026, program tersebut telah mencakup ribuan hektare areal, termasuk puluhan blok yang diremajakan sepanjang tahun ini di sejumlah divisi.

Peremajaan tidak hanya dilakukan pada kebun inti. Melalui kerja sama dengan koperasi, kebun plasma juga ikut diremajakan, sebagian di antaranya memanfaatkan dukungan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pendekatan tersebut dinilai memperkuat sinergi antara perusahaan dan pekebun dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Sertifikasi RSPO Ubah Wajah Petani Sawit Belayan Sejahtera, dari Penerima Harga Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

 

Konservasi Jadi Bagian dari Strategi Budidaya

SBHE menerapkan pendekatan budidaya yang terintegrasi sejak tahap persiapan lahan hingga tanaman memasuki fase menghasilkan. Perusahaan tidak sekadar mengganti tanaman tua, tetapi membangun kembali fondasi produktivitas kebun untuk satu siklus tanam berikutnya.

Dalam proses peremajaan, biomassa tanaman lama tidak dibuang, melainkan dikembalikan ke lahan sebagai bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Setelah itu, lahan ditanami varietas unggul berpotensi tinggi yang dipelihara sesuai tahapan pertumbuhan, mulai dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) hingga Tanaman Menghasilkan (TM).

Praktik budidaya juga diperkuat melalui pemupukan berimbang antara pupuk anorganik dan organik, serta menjaga keberadaan serangga penyerbuk alami sebagai bagian dari pengelolaan ekosistem perkebunan.

BACA JUGA: HIP Biodiesel Agustus 2026 Naik Jadi Rp14.924 per Liter

Estate Manager SBHE, Ponsius Wiro, mengatakan keberhasilan peremajaan tidak semata diukur dari cepatnya tanaman kembali berproduksi, tetapi dari kemampuan membangun produktivitas jangka panjang sejak awal penanaman.

“Keberhasilan peremajaan bukan diukur dari seberapa cepat tanaman kembali menghasilkan, melainkan dari kemampuan membangun produktivitas yang berkelanjutan sejak hari pertama tanaman ditanam,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Sabtu (8/8/2026).

 

Produksi Lampaui Target

Hasil dari strategi tersebut mulai terlihat sejak fase scout harvesting atau panen awal. SBHE menargetkan produksi di atas 9 ton per hektare, namun realisasinya mencapai 12,71 ton per hektare, atau lebih dari 40 persen di atas sasaran.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com