Pekebun Sawit Ketapang Salurkan Dana RSPO untuk Pendidikan hingga Konservasi Orangutan

oleh -133 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi/ Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang (PPSK) yang mengalokasikan dana insentif dari skema Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk mendukung sektor pendidikan.

InfoSAWIT, KETAPANG – Manfaat penerapan sertifikasi sawit berkelanjutan tidak hanya dirasakan oleh pekebun, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Hal itu ditunjukkan Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang (PPSK) yang mengalokasikan dana insentif dari skema Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk mendukung sektor pendidikan, infrastruktur desa, penghijauan, hingga konservasi orangutan di Kalimantan Barat.

Dilansir InfoSAWIT dari FORTASBI, Kamsi (6/8/2026), PPSK yang bermarkas di Dusun SP 2 Ibul Baru, Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, kini menjadi wadah bagi 1.128 pekebun swadaya yang mengelola perkebunan sawit seluas 2.329,58 hektare. Organisasi tersebut menghimpun 12 kelompok tani yang telah menerapkan prinsip-prinsip sawit berkelanjutan melalui sertifikasi RSPO.

Sejak berdiri pada 11 November 2022, PPSK terus mengembangkan pengelolaan perkebunan yang berorientasi pada praktik berkelanjutan. Namun, organisasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas kebun, melainkan juga berupaya memastikan manfaat ekonomi dari sertifikasi dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.

BACA JUGA: Peran dan Akuntabilitas Industri Sawit Serta Masyarakat dalam Mitigasi Karhutla

Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pemanfaatan dana kredit RSPO yang dialokasikan dalam program Smallholder Social Responsibility (SSR). Sebanyak Rp132 juta telah disalurkan kepada 12 kelompok anggota untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana pendidikan, termasuk mendukung kegiatan belajar mengajar di taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD), serta membantu perbaikan atap sekolah. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk pembangunan tiang listrik di lingkungan permukiman dan pengadaan bibit tanaman buah sebagai bagian dari penghijauan kawasan desa.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui aksi konservasi satwa liar. Pada Juni 2026, PPSK mengadopsi 10 ekor orangutan melalui Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, sementara satu ekor orangutan lainnya diadopsi secara pribadi oleh Sekretaris PPSK. Untuk program konservasi tersebut, organisasi mengalokasikan dana sekitar Rp10 juta.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 5-11 Agustus 2026 Naik Rp. 26,56 per Kg

Group Manager Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan perkebunan sawit dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, petani sawit swadaya memiliki peran penting tidak hanya dalam menghasilkan komoditas strategis nasional, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial dan konservasi alam apabila didukung oleh tata kelola yang baik.

“Kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. Semoga langkah yang kami lakukan dapat menginspirasi bahwa petani sawit juga mampu menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan sekaligus memenuhi standar pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Konawe Utara Genjot Pendataan Pekebun Sawit, STDB dan ISPO Jadi Prioritas

FORTASBI menilai pengalaman PPSK menjadi contoh bahwa insentif dari sertifikasi sawit berkelanjutan dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila dikelola secara kolektif. Selain meningkatkan kapasitas organisasi petani, dana tersebut juga mampu mendorong pembangunan desa, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di sekitar kawasan perkebunan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com