Produksi dan Ekspor Sawit Maret 2026 Turun, Stok Nasional Meningkat

oleh -380 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Bulking storage CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat kinerja industri minyak sawit nasional pada Maret 2026 mengalami tekanan, ditandai dengan penurunan produksi, konsumsi domestik, dan ekspor. Namun di tengah pelemahan tersebut, stok minyak sawit nasional justru meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan resmi GAPKI, total produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) pada Maret 2026 tercatat sebesar 4,821 juta ton, turun 12,35% dibanding Februari 2026 yang mencapai 5,500 juta ton. Penurunan terutama berasal dari produksi CPO yang merosot menjadi 4,403 juta ton dari sebelumnya 5,015 juta ton, sementara produksi PKO turun menjadi 418 ribu ton dari 485 ribu ton.

“Produksi CPO+PKO Maret 2026 mencapai 4.821 ribu ton atau lebih kecil 12,35% dibanding bulan sebelumnya,” ungkap Direktur Eksekutif Gapki, Mukti Sardjono dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Rabu (27/5/2026).

BACA JUGA: Ekspor Satu Pintu dan Rumah Baru Bernama Danantara

Meski secara bulanan mengalami penurunan, kinerja produksi secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Maret 2026, total produksi CPO+PKO mencapai 15,558 juta ton atau meningkat 18,44% dibanding periode sama tahun 2025 yang sebesar 13,135 juta ton.

Dari sisi domestik, konsumsi minyak sawit juga mengalami kontraksi. Total konsumsi dalam negeri pada Maret 2026 tercatat 2,115 juta ton, turun 8,25% dibanding Februari sebesar 2,305 juta ton.

Penurunan konsumsi terbesar terjadi pada sektor pangan yang turun 9,03% menjadi 897 ribu ton. Konsumsi biodiesel juga melemah 7,71% menjadi 1,056 juta ton, sedangkan sektor oleokimia turun 7,43% menjadi 162 ribu ton.

BACA JUGA: SPKS Dukung Rencana Plasma 80 Persen, Dinilai Jadi Momentum Reforma Agraria Sawit

Di pasar global, total ekspor produk sawit Indonesia pada Maret 2026 turun tajam menjadi 2,168 juta ton atau merosot 34,25% dibanding Februari yang mencapai 3,297 juta ton. Penurunan ekspor terjadi pada hampir seluruh kategori produk, terutama CPO yang anjlok 75,61% menjadi 96 ribu ton dari sebelumnya 395 ribu ton.

Ekspor olahan minyak sawit turun 33,57% menjadi 1,506 juta ton, sementara olahan minyak inti sawit terkoreksi 44,67% menjadi 94 ribu ton. Sebaliknya, ekspor oleokimia masih mencatat kenaikan tipis 1,42% menjadi 468 ribu ton.

Menurut tujuan ekspor, penurunan pengiriman terbesar tercatat ke China, India, Pakistan, Bangladesh, Afrika, kawasan Timur Tengah, Malaysia, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Sementara itu, Rusia menjadi salah satu pasar yang masih mencatat peningkatan permintaan.

BACA JUGA: Bumitama Mendorong Traceability Rantai Pasokan Sawit

Nilai ekspor produk sawit Indonesia pada Maret 2026 juga terkoreksi dari US$ 3,69 miliar pada Februari menjadi US$ 2,61 miliar atau turun 29,27%. Meski demikian, secara kumulatif Januari–Maret 2026 nilai ekspor masih tumbuh menjadi US$ 9,66 miliar, naik 10,40% dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 8,75 miliar.

“Peningkatan nilai ekspor secara tahunan terjadi karena meningkatnya volume ekspor serta harga rata-rata Januari–Maret 2026 yang mencapai US$ 1.356 per ton CIF Rotterdam,” ungkap Mukti.

Dengan stok awal Maret sebesar 2,026 juta ton, produksi 4,821 juta ton, konsumsi domestik 2,115 juta ton dan ekspor 2,168 juta ton, stok akhir minyak sawit nasional pada Maret 2026 meningkat menjadi 2,568 juta ton, lebih tinggi dibanding stok akhir Februari sebesar 2,026 juta ton.

BACA JUGA: Ekspor Satu Pintu dan Rumah Baru Bernama Danantara

Data ini menunjukkan meski industri sawit menghadapi pelemahan jangka pendek pada sisi produksi dan perdagangan selama Maret 2026, fundamental sektor secara tahunan masih menunjukkan tren pertumbuhan positif, terutama ditopang peningkatan produksi dan nilai ekspor kumulatif. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com