Ekspor Sawit Indonesia Turun pada Juli 2026, Pengiriman ke India dan Rusia Tertekan

oleh -1.034 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Kegiatan Ekspor CPO di Pelabuhan.

InfoSAWIT, JAKARTA – Kinerja ekspor produk sawit Indonesia menghadapi tekanan pada Juli 2026. Meski nilai ekspor sepanjang Januari–Juli masih tumbuh dua digit, pengiriman bulanan melemah dan sejumlah pasar utama mencatat penurunan, terutama India dan Rusia.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat total ekspor produk sawit pada Juli 2026 mencapai 3,188 juta ton, turun 2,67% dibandingkan Juni yang sebesar 3,275 juta ton.

Dikatakan Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, penurunan terjadi pada sejumlah kategori produk. Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) merosot 25,70% menjadi 249 ribu ton dari 335 ribu ton pada bulan sebelumnya. Ekspor produk olahan minyak sawit turun 2,57% menjadi 2,296 juta ton, sedangkan ekspor produk olahan minyak inti sawit melemah 14,60% menjadi 99 ribu ton.

BACA  JUGA: Konsumsi Biodiesel Melonjak 13,59%, Penyerapan Sawit Domestik Makin Besar

“Di tengah tren tersebut, ekspor oleokimia menjadi salah satu penopang. Pengiriman produk oleokimia meningkat 14,94%, dari 467 ribu ton pada Juni menjadi 537 ribu ton pada Juli,” katanya dalam keterngan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (6/10/2026).

Tekanan ekspor juga terlihat dari pergerakan sejumlah negara tujuan. Dibandingkan Juni 2026, ekspor ke India turun 20%, Rusia merosot 69%, Malaysia berkurang 32%, Pakistan turun 17%, dan Bangladesh melemah 21%.

Sebaliknya, beberapa pasar mencatatkan peningkatan. Ekspor ke Uni Eropa-27 naik 40%, Afrika tumbuh 17%, Amerika Serikat meningkat 20%, sedangkan pengiriman ke China bertambah 4% dibandingkan bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.796,85 per Kg

Perbedaan arah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ekspor sawit Indonesia tidak seragam di setiap pasar. Namun, data bulanan tersebut belum menjelaskan faktor penyebab perubahan permintaan di masing-masing negara tujuan.

 

Nilai Ekspor Kumulatif Masih Tumbuh

Di balik penurunan bulanan, kinerja ekspor secara kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang Januari–Juli 2026, volume ekspor produk sawit Indonesia mencapai 19,782 juta ton, naik 2,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 19,223 juta ton.

Nilai ekspor selama tujuh bulan pertama 2026 bahkan mencapai US$23,26 miliar, meningkat 10,92% dibandingkan US$20,97 miliar pada periode Januari–Juli 2025.

BACA JUGA: Kementan Kaji Substitusi Impor Soybean Meal dengan Bahan Berbasis Sawit untuk Pakan Ayam

Kenaikan nilai tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan rata-rata harga ekspor CPO. GAPKI mencatat harga rata-rata ekspor CPO sepanjang Januari–Juli 2026 sebesar US$1.137 per ton, lebih tinggi dibandingkan US$1.075 per ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pada Juli 2026, rata-rata harga ekspor CPO turun tipis menjadi US$1.168 per ton dari US$1.174 per ton pada Juni. Nilai ekspor bulanan juga berkurang menjadi US$3,81 miliar dari US$3,92 miliar.

Jika dilihat berdasarkan negara tujuan secara kumulatif, China mencatat pertumbuhan ekspor terbesar di antara pasar yang disebutkan GAPKI, yakni 30% dibandingkan Januari–Juli 2025. Ekspor ke Malaysia naik 14%, Afrika meningkat 5%, Uni Eropa-27 tumbuh 4%, dan Rusia bertambah 2%.

BACA JUGA: Sinar Mas Agribusiness and Food Raih PAACLA Award 2026 atas Komitmen Mewujudkan Perkebunan Ramah Anak

Sebaliknya, ekspor ke India masih turun 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pengiriman ke Pakistan berkurang 13%, Amerika Serikat turun 4%, dan Bangladesh melemah 3%.

Kombinasi penurunan ekspor bulanan dan pertumbuhan kumulatif memperlihatkan pentingnya membedakan pergerakan jangka pendek dari tren sepanjang tahun. Kinerja tujuh bulan pertama masih positif, tetapi pelemahan pada Juli menunjukkan bahwa dinamika pasar tujuan tetap menjadi faktor yang perlu dicermati oleh industri sawit nasional. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com