PGN Siapkan Integrasi Biometana dari Limbah Sawit ke Jaringan Gas Nasional

oleh -169 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan integrasi biometana ke dalam infrastruktur gas bumi nasional untuk memperluas pemanfaatan energi rendah karbon.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan integrasi biometana ke dalam infrastruktur gas bumi nasional untuk memperluas pemanfaatan energi rendah karbon di Indonesia. Salah satu proyek yang tengah memasuki tahap akhir pengembangan berada di Sumatera Selatan, dengan memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, mengatakan pengembangan biometana tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS). Kerja sama ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan biometana sekaligus mendukung ketersediaan energi domestik pada masa mendatang.

PGN menghadiri seremoni peletakan batu pertama pembangunan fasilitas biometana yang dikembangkan TTI dan KIS pada Senin (5/10/2026). Fasilitas tersebut memanfaatkan limbah organik industri kelapa sawit dan ditargetkan menghasilkan sekitar 150.000 juta British thermal unit (MMBTU) biometana per tahun.

BACA JUGA: Musim Mas Kerahkan 1.000 Personel dan Helikopter untuk Tangani Karhutla di Kalimantan Tengah

Menurut Fajriyah, proyek ini menjadi inisiatif pertama di Indonesia untuk memproduksi biometana di wilayah Sumatera, yang memiliki konsentrasi pabrik kelapa sawit cukup tinggi. Proyek tersebut juga menjadi tindak lanjut konkret nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PGN dan TTI pada 2022 mengenai pengembangan biometana di Indonesia.

 

PGN Jadi Pembeli dan Penyalur Biometana

Dalam skema kerja sama tersebut, PGN berperan sebagai pembeli utama (offtaker) sekaligus penyalur biometana melalui jaringan pipa gas yang telah tersedia.

Biometana akan diproduksi oleh PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan KIS dan TTI. Selanjutnya, gas rendah karbon tersebut direncanakan disalurkan kepada Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) serta pelaku industri lainnya melalui infrastruktur PGN.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.866,97/Kg

Fajriyah mengapresiasi inisiatif TTI dan KIS dalam membangun fasilitas tersebut. Menurutnya, proyek ini menjadi langkah penting untuk memasukkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional.

PGN, lanjutnya, siap mendukung pengembangan biometana melalui infrastruktur yang dimiliki serta kemampuan komersial perusahaan agar sektor industri dapat memanfaatkan sumber energi tersebut.

Salah satu keunggulan biometana adalah kemampuannya untuk memanfaatkan infrastruktur yang selama ini digunakan untuk menyalurkan gas bumi. Dengan demikian, konsumen industri berpeluang beralih menggunakan biometana tanpa memerlukan perubahan besar pada fasilitas yang telah tersedia.

BACA JUGA: Ekspor Sawit Indonesia Turun pada Juli 2026, Pengiriman ke India dan Rusia Tertekan

 

Limbah Cair Sawit Diolah Menjadi Energi Rendah Karbon

Pengembangan biometana ini membuka peluang baru bagi industri kelapa sawit dalam memanfaatkan limbah sebagai sumber energi bernilai ekonomi. Bahan baku yang digunakan berupa Palm Oil Mill Effluent (POME), yakni limbah cair yang dihasilkan dalam proses pengolahan tandan buah segar di pabrik kelapa sawit.

Dilansir InfoSAWIT dari Antara, Rabu (7/10/2026), melalui pengolahan tersebut, gas metana yang berpotensi terlepas ke atmosfer dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai sumber energi. Upaya ini berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung pencapaian target kontribusi penurunan emisi Indonesia atau Nationally Determined Contribution (NDC) serta sasaran emisi nol bersih pada 2060.

Pemanfaatan biometana juga dinilai melengkapi penggunaan gas bumi yang masih dibutuhkan industri, terutama ketika upaya dekarbonisasi semakin menjadi bagian penting dari strategi operasional perusahaan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (6/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Bagi industri kelapa sawit, pengolahan POME menjadi biometana memperluas peluang hilirisasi, dari sekadar pengelolaan limbah menjadi produksi energi yang memiliki nilai tambah.

Fajriyah menilai biometana memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian energi dan pengurangan emisi sektor industri. Ketika produksi mulai berjalan, industri seperti TMMIN diharapkan memperoleh akses terhadap energi rendah karbon yang dapat memperkuat daya saing di tengah meningkatnya tuntutan rantai pasok hijau global.

PGN berharap model kolaborasi tersebut dapat direplikasi di wilayah penghasil kelapa sawit lainnya, sehingga pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi terbarukan dapat berkembang lebih luas di Indonesia. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com