infosawit

Harga TBS Sawit Memang Ada yang Naik, Tapi Pembeliannya Dibatasi



foto: ArieBasuki/SawitFest 2021
Harga TBS Sawit Memang Ada yang Naik, Tapi Pembeliannya Dibatasi

InfoSAWIT, PELELAWAN - Dalam tiga hari terakhir terlihat ada kenaikan harga pembelian tandan buah segar (TBS) sawit produksi petani sawit di banyak wilayah di Pulau Sumatera, termasuk di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kenaikan itu rata-rata berkisar Rp 50/kg sampai Rp 150/kg, dari Rp 820 untuk colt diesel dan Rp 920/kg untuk truk tronton per kilogram menjadi Rp 1.010/kg dan Rp 1.110 per kg TBS.

"Saya bersyukur ya bersyukur sih, cuma bedanya kami enggak bisa lagi banyak-banyak jual buah sawit kami ke pabrik. Ada pembatasan penjualan dari manajemen pabrik," kata Ucok (49) kepada InfoSAWIT, Kamis (30/6/2022).

Petani sawit swadaya asal Kecamatan Ukui ini mengatakan, biasanya dia dan sejumlah petani swadaya lain menjual TBS ke sejumlah penyuplai atau pemilik delivery order atau surat pemesanan buah (DO/SPB).

Dan para pemilik DO/SPB itu kemudian yang menyuplai TBS ke PKS, termasuk milik salah satu perusahaan sawit swasta nasional. Namun karena dibatasi dalam menjual TBS ke PKS, alhasil pihak penyuplai membatasi juga pembelian TBS dari petani sawit.

"Misalnya di sini ada dua PKS milik grup swasta nasional yang membatasi pembelian TBS dari pihak luar per hari sebanyak 250 ton per hari," kata dia.

250 ton itu lalu dibagi untuk pembelian TBS dari petani sawit plasma, lalu untuk petani koperasi kredit primer anggota (KKPA), serta TBS dari para penyuplai yang sebelumnya membeli dari petani sawit swadaya.

"Nah, yang pemegang DO dari PKS-PKS itu kan enggak cuma satu. Maka jatah penjualan itu dibagi-bagi lagi sehingga tak heran ada satu pemegang DO yang hanya bisa suplai 10 ton dan paling tinggi 50 ton," kata Ucok.

Karena pembatasan-pembatasan itulah akhirnya para petani sawit tak bisa menjual dalam jumlah banyak TBS mereka. Kata Ucok, itu sama saja petani tak bisa menikmati kenaikan harga TBS.

"Kalau harga TBS naik, potongan wajib nol persen, tapi kami sebagai petani tak bisa banyak-banyak menjual TBS kami, lah dari mana kami bisa memenuhi biaya hidup dan perawatan kebun sawit kami. Pembatasan itu kan sama saja kami enggak bisa memanen, dan kalau enggak dipanen, bisa rusak kebun sawit kami," keluh Ucok. (T5)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link https://t.me/info_sawit, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di link infosawit store atau berlangganan.

infosawit