Ketua KNPI Riau: Kasus Korupsi dan Kejahatan Lingkungan di TNTN Apa Kabarnya?

oleh -2.859 Kali Dibaca
infosawit
Dok. KNPI Riau untuk InfoSAWIT / Ketua DPD KNPI Riau, Larshen Yunus

InfoSAWIT, PEKANBARU – Dalam beberapa kesempatan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau terlihat Serius dalam menyikapi kasus korupsi sekaligus kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Bahkan, diketahui pihak DPRD Provinsi Riau telah membuat Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Kerja (Panja) hanya untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, namun sayangnya belum ada kabar terbaru mengenai proses tersebut.

Dalam keterangam resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (4/4/2023), Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I KNPI Provinsi Riau Mengendus banyaknya Penguasaan Kebun Kelapa Sawit dalam Kawasan Hutan, terutama yang menyangkut TNTN.

BACA JUGA: Musim Mas Edukasi Petani Sawit Swadaya Praktik Berkelanjutan

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, TNTN itu hanya di tepian saja kelihatan hutan. Didalamnya, di tengah-tengah itu sudah dominan tumbuh pohon kelapa sawit. Kejahatan itu terang-terangan terjadi, baik itu dari sisi korupsi hingga perkara lingkungan hidup, pokoknya Wallahuallam Bissawab!” kata Larshen Yunus.

Lebih lanjut tutur Ketua KNPI Riau itu, bahwa pihaknya kembali akan membongkar nama-nama yang sampai saat ini Menguasai TNTN itu, alih-alih dengan istilah petani kecil dan kelompok koperasi, padahal semua itu berupa kepemilikan pribadi.

BACA JUGA: Program SMILE Telah Membawa 390 Petani Sawit Swadaya Memperoleh Sertifikat Berkelanjutan

“Kasus TNTN adalah bukti nyata, bahwa negara ini masih lemah terkait dengan sistem penegakan hukum. Ayo segera tertibkan! TNTN harus dikembalikan seperti semula,” ungkap Larshen Yunus. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com