Permata Hijau Kuat Komitmen Hijau, Namun Kesandung Kasus Dugaan Korupsi Migor

oleh -11.705 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Permata Hijau Group terlilit kasus korupsi Migor

InfoSAWIT, JAKARTA – Salah satu koporasi sawit yang menjadi tersangka lainnya dalam dugaan korupsi bahan baku minyak goreng sawit adalah Permata Hiajau Group. Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana mengungkapkan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan inkrah di perkara minyak goreng. “Jadi penyidik Kejaksaan Agung, pada hari ini juga menetapkan 3 korporasi sebagai tersangka,” katanya kepada wartawan, Kamis (16/5/2023).

Lebih lanjut  kata Ketut Sumedana, ketiga perusahaan itu yakni pertama, korporasi Wilmar Group, yang kedua korporasi Permata Hijau Group. Yang ketiga korporasi Musim Mas Group.

Dalam laman resmi perusahaan, Permata Group merupakan perusahaan kelapa sawit terintegrasi, didirikan pada tahun 1984, yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan.

BACA JUGA: Berawal Dari Pabrik Sabun, Musim Mas Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Migor

Tercatat, bisnis utamanya di perkebunan kelapa sawit, Permata Group telah berkembang menjadi operasi yang terintegrasi penuh yang mencakup seluruh rantai pasok kelapa sawit dari sektor hulu hingga Industri menengah dan hilir. Perusahaan saat ini menghasilkan produk bernilai tambah dan mengirimkannya ke seluruh dunia dengan solusi logistik yang efisien untuk para konsumen.

“Kesuksesan kami dikaitkan dengan pendirian jangka panjang di industri ini, pemanfaatan teknologi canggih untuk pabrik kami, skala ekonomi yang tinggi, dan sifat terintegrasi dari operasi kami, memungkinkan kami untuk menghasilkan kualitas dan biaya tinggi. produk efisien yang kami berikan kepada konsumen, pemasok, dan komunitas kami melalui aktivitas bernilai tambah,” demikian dikutip InfoSAWIT dari laman resmi perusahaan, Selasa (20/6/2023).

Tak hanya itu ternyata perusahaan juga merupakan anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), serta menekankan kelestarian lingkungan dalam mengelola operasi perkebunan dan manufaktur.

BACA JUGA: Pasar CPO Masih Lesu, Produksi Lagi Melimpah

Masih merujuk laman perusahaan, tercatat memproduksi Lauric oil, biodiesel, specialty fats, oleokimia dan minyak goreng sawit.

Hingga Mei 2023 perusahaan telah mengoperasikan 6 pabrik kelapa sawit dan 6 refineri, dengan kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 21 ribu ha, dan kemitraan dengan petani seluas 3.400 ha.

Dengan pemasok dari pabrik kelapa sawit lain sebanyak  271 pabrik, yang mana keterlacakannya (traceable) sudah mencapai 100 persen untuk pabrik. Sementara,untuk sumber buah sawitnya keterlacakan baru mencapai 66 persen, dimana 3 persen dari perkebunan sawit inti serta 64 persen untuk sumber buah sawit dari pihak ketiga, sekitar 33 persen belum memenuhi standar keterlacakan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com