InfoSAWIT, KALTENG – Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan (Pemkab Katingan), Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) dan Petani Sawit kelompok tani Tenera, bekerjasama melakukan pendataan kebun sawit rakyat. Pendataan ini dilakukan, guna penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani kelapa sawit.
Kelompok Tani Tenera yang sebagian besar berlokasi di Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah ini, mendapat dukungan dari Pemkab Katingan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan menerima STDB bagi ratusan anggotanya. Berbekal STDB yang diberikan Pemkab Katingan ini, maka kelompok tani Tenera telah resmi terdata oleh Pemkab Katingan sebagai petani sawit.
Menurut Ketua Kelompok Tani Tenera, Sugiyarno, keberadaan kelompok Tani Tenera, selalu berupaya mendukung berbagai kebijakan pemerintah daerahnya. Seperti pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan berlandaskan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
BACA JUGA: Buka Bunex 2023, Mentan SYL Dorong Hilirisasi Sawit Perkebunan Sebagai Penguat Ekonomi
Keberlanjutan kebun sawit, menurut Sugiyarno, sejak lama sudah dilakukan para anggota kelompok Tani Tenera. Bahkan pada Tahun 2018 lalu, kelompok Tani Tenera telah mendapatkan sertifikasi RSPO. ‘Kendati proses pelatihan dan pendampingan selama setahun sebelumnya, relatif tidak mudah bagi petani, “kata Sugiyarno kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Menurutnya, keberhasilan Kelompok Tani Tenera mendapatkan sertifikasi RSPO, menjadi bukti akan keberhasilan Petani Sawit Tenera melakukan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan. “Sehingga generasi penerus kita dapat mewarisi perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan, “ungkapnya.
Sebagai informasi, Kelompok Tani Tenera berhasil mendapatkan sertifikasi RSPO bagi 35 anggota petani kelapa sawit dengan luas lahan mencapai 223,94 hektar. Dimana keterlibatan perempuan dalam kelompoknya, mencapai 45,71 persen atau sebanyak 15 orang perempuan.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Turun RM 36 per Ton Pada Kamis (7/9)
Keberhasilan lain dari Kelompok Tenera ini, dapat mengintegrasikan budidaya tanaman buah semangka sejalan dengan perkebunan kelapa sawitnya. Wajar, bila ganjaran dukungan dan insentif RSPO kredit yang diterima kelompok Tani ini, dapat terus berkembang hingga dewasa ini.



















