Genjot Produksi CPO, Holding Perkebunan Kembangkan Sistem Sensorik

oleh -3.821 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. PTPN V/ PT Perkebunan Nusantara V dan PT Riset Perkebunan Nusantara bersama kembangkan sistem sensorik di pabrik kelapa sawit.

PEKANBARU – Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) telah mengambil langkah besar menuju kebun sawit berbasis digital melalui kolaborasi dua anak perusahaannya, PT Perkebunan Nusantara V dan PT Riset Perkebunan Nusantara. Mereka bersama-sama mengembangkan sistem sensorik di pabrik kelapa sawit sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produktivitas crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Riset yang berlangsung di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V Sei Garo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, merupakan proyek yang berfokus pada Optimasi Pengaturan Level Mass Passed to Digester Pada Stasiun Digester. Direktur PT Perkebunan Nusantara V, Jatmiko Santosa, menyatakan bahwa riset ini sejalan dengan semangat transformasi dan digitalisasi perusahaan yang telah diusung selama empat tahun terakhir.

Riset yang diproyeksikan akan selesai pada November 2023 diharapkan akan menghasilkan paket teknologi inovatif. Teknologi ini diharapkan dapat menekan potensi kehilangan dan meningkatkan produksi CPO selama proses pengolahan di stasiun digester, sebuah elemen krusial dalam pabrik kelapa sawit.

BACA JUGA: Tiga Faktor Bakal Pengaruhi Harga CPO di Oktober 2023  

Sementara Kepala Bagian Perencanaan, Sustainability, dan Teknologi Informasi PTPN V, Ifri Handi Lubis, menjelaskan bahwa penelitian ini mencoba mengadopsi sistem kontrol level otomatis pada stasiun digester. “Tujuannya adalah untuk menciptakan proses produksi minyak kelapa sawit yang lebih efektif dan efisien,” katanya dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Kamis (19/10/2023).

Dalam riset ini, para peneliti memperhatikan daya yang dibutuhkan oleh motor dan mengaplikasikan penggunaan kill-switch pada motor serta komponen lainnya untuk mengatur jumlah buah yang masuk dan keluar dari kettle digester. Indikator keberhasilan riset ini diukur melalui parameter seperti delay algoritma, wrong algoritma, losses minyak, dan kualitas biji. Hasil riset ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas pabrik kelapa sawit dengan membuat stasiun digester bekerja secara optimal.

Lebih dari sekadar peningkatan produktivitas, riset ini membuka potensi untuk mengembangkan paket teknologi yang dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui perangkat seperti telepon pintar. Jika terbukti efektif dalam menurunkan losses CPO dan layak secara ekonomis, teknologi ini akan diterapkan di PKS PTPN Group lainnya, menciptakan standar baru dalam industri kelapa sawit.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN 18 Oktober 2023 Naik 0,89 Persen, Belawan Tak Ada Kabar

Langkah-langkah inovatif ini sejalan dengan program digitalisasi yang tengah diperkuat oleh PTPN V dalam rangka integrasi penuh digital melalui program E-Plantation. Integrasi ini mencakup penerapan Geospatial Based, Internet of Things, enterprise resource planning (ERP Based), Mobile & Web Apps Based.

Menurut Jatmiko Santosa, digitalisasi merupakan langkah tak terhindarkan untuk tetap bersaing dan menghadapi perubahan di masa mendatang, menggambarkan komitmen perusahaan untuk terus bergerak maju ke arah industri 4.0. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com