Riset Membuktikan Minyak Sawit Bisa Jadi Supervitamin E Sebagai Imunoterapi untuk Kanker

oleh -3.517 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, BANDUNG – Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Vaksin dan Obat di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asep Bayu, telah berhasil melakukan riset pengembangan supervitamin E yang kaya akan tokotrienol. Tokotrienol ini dianggap sebagai potensial imunoterapi untuk kanker, menggabungkan keunggulan ekonomis dan manfaat biologisnya yang signifikan.

Minyak kelapa sawit, salah satu komoditas unggulan Indonesia, menyediakan bahan baku untuk pengembangan supervitamin E ini. Asep Bayu menjelaskan, bahwa Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), produk samping asam lemak dari minyak sawit, memiliki kandungan tokotrienol tertinggi dibandingkan dengan distilat asam lemak dari minyak nabati lainnya. Tokotrienol sendiri memiliki nilai ekonomi tinggi karena aktivitas biologisnya dua kali lipat lebih baik dibandingkan dengan tokoferol.

Dalam tahapan riset yang dijelaskan oleh Asep Bayu pada Monitoring dan Evaluasi Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit, riset awal melibatkan ekstraksi tokotrienol dari PFAD. Proses ini melibatkan penggunaan pelarut Deep Eutectic Solvents (DES) dan penambahan metanol untuk meningkatkan transfer massa komponen-komponen vitamin selama ekstraksi.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 12-18 Januari 2024 Naik Tipis

“Hasil riset tahun pertama menunjukkan bahwa PFAD memiliki aktivitas antioksidan 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tokotrienol bebas. Nanoemulsi tokotrienol juga menunjukkan aktivitas sitotoksik dalam melawan sel kanker payudara dan paru-paru pada rentang konsentrasi 50-200 ppm,” ungkap Asep Bayud dalam keterangannta diperoleh InfoSAWIT dari Humas BRIN, Jumat (12/1/2024).

Pada tahun-tahun berikutnya, Asep dan tim risetnya berencana untuk melanjutkan penelitian guna mendapatkan kondisi optimum dalam proses ekstraksi tokotrienol, dengan menggunakan pelarut DES ChCl golongan fenolik atau betaine monohidrat. Selain itu, mereka akan fokus pada pembuatan formula NANOVITE untuk memaksimalkan potensi supervitamin E ini sebagai imunoterapi.

Indonesia, sebagai produsen utama minyak kelapa sawit di dunia, melihat inovasi ini sebagai langkah positif dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Meskipun masa pandemi Covid-19, nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia meningkat, menegaskan peran strategis kelapa sawit dalam mendukung kegiatan perekonomian negara.

BACA JUGA: PalmCo Batal Melantai di Bursa Tahun Ini, Kondisi Pasar Jadi Pertimbangan

Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit, tetapi juga membuka potensi baru dalam pengembangan teknologi kesehatan dan terapi kanker yang lebih efektif. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com