PGN Gunakan Limbah Sawit Jadi Sumber Energi Bersih, Proyek Biomethane di Sumsel

oleh -10.899 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Produksi biomethane dari POME di Sumatera Selatan dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Sub Holding Gas Pertamina, bersama dengan JGC Holdings Corporation (JGC), Osaka Gas Co., Ltd, dan INPEX CORPORATION, mengumumkan kajian mendalam mengenai komersialisasi biomethene yang berasal dari Palm Oil Mill Effluent (POME) di Indonesia pada akhir September 2023 lalu.

Proyek inovatif ini bertujuan untuk mengatasi limbah POME, yang kaya akan bahan organik dan menghasilkan emisi metana, menjadi sumber energi bersih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas industri dan konsumen di Indonesia.

Indonesia, sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia, memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian negara dengan menyumbang 4,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan mempekerjakan hampir 3 juta orang. Namun, produksi minyak kelapa sawit juga meninggalkan limbah POME yang memiliki dampak serius terhadap lingkungan. Limbah sawit ini tidak hanya kaya akan bahan organik, tetapi juga menghasilkan emisi metana yang memiliki efek rumah kaca 25 kali lebih besar dibandingkan dengan CO2.

BACA JUGA: Pemprov Kalimantan Tengah Komit Selesaikan Konflik Perkebunan Sawit di Kawasan Hutan

Proyek ini akan melibatkan konsorsium antara PGN, JGC, Osaka Gas, dan INPEX untuk melakukan penilaian teknis terkait supply chain, produksi, dan pasokan biomethane. Produksi biomethane dari POME di Sumatera Selatan dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025. Dalam proyek ini, jaringan pipa gas bumi PGN akan digunakan untuk mendistribusikan biomethane yang berasal dari POME kelapa sawit.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Harry Budi Sidharta menjelaskan, bahwa PGN akan menyediakan fasilitas pipeline injection dan pipa gas bumi yang sudah memiliki akses yang baik dengan POME sebagai bahan bakunya. Biomethane yang dihasilkan dari proyek ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gas industri dan konsumen di Indonesia, tetapi juga akan menjadi bukti komitmen Pertamina Group dan mitra proyek untuk mendorong pengembangan energi terbarukan.

Dilansir InfoSAWIT dari laman resmi PGN, proses produksi biomethane akan menangkap gas metana yang biasanya dilepaskan ke atmosfer dari POME. Gas metana ini kemudian akan dimurnikan menjadi gas biomethane yang dapat disalurkan melalui jaringan pipa gas bumi dan infrastruktur eksisting lainnya. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menghasilkan sumber energi bersih, tetapi juga mengurangi emisi gas metana dan karbon.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi  Jadi Garda Depan Pengembangan Sistem Integrasi Sapi Sawit (SISKA)

Dengan potensi ekspansi ke seluruh Sumatera dan Kalimantan, proyek ini memberikan harapan untuk penyediaan bio-LNG liquified dari biomethane sebagai bahan bakar bunker, ekspor bio-LNG ke Jepang dan negara-negara lain, serta peluang bisnis lainnya. Pihak-pihak terlibat dalam proyek ini melihatnya sebagai langkah proaktif dalam mendukung inisiatif Net Zero Emission (NZE) di Asia.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com