Mengangkat Kedaulatan Ekonomi Melalui Model Ekonomi Nusantara yang Libatkan 199.767 KK

oleh -2.602 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Walhi untuk InfoSAWIT/ Bentang alam Kelurahan Kalaodi, Maluku Utara. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan oleh warga diinspirasi oleh tradisi turun temurun di area tersebut yang mengedepankan kesejahteraan bersama alih-alih kepemilikan lahan individual.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pada Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2024, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bersama Ford Foundation di Indonesia menyelenggarakan diskusi media yang bertujuan untuk mempromosikan konsep Ekonomi Nusantara. Konsep ini menjadi model Ekonomi Restoratif yang memberikan kedaulatan kepada masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam, dengan tujuan memulihkan ekosistem Indonesia yang terancam.

Acara yang diadakan pada tanggal 29 April tersebut menjadi wadah bagi WALHI untuk memperkenalkan implementasi Ekonomi Nusantara melalui pembangunan jejaring promosi dan pemasaran hasil-hasil bumi yang tersebar di lebih dari 1,3 juta lahan, melibatkan lebih dari 199.767 kepala keluarga di 28 provinsi.

Salah satu narasumber dalam acara tersebut, Zenzi Suhadi, Direktur Eksekutif Nasional WALHI, menekankan urgensi peralihan dari ekonomi eksploitatif berbasis kapitalisme menuju ekonomi yang memberikan manfaat baik bagi alam maupun masyarakat.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun 1,35 Persen Pada Selasa (30/4), Begitupun di Bursa Malaysia

Hari Bumi dianggap sebagai momentum penting untuk menangani krisis iklim yang disebabkan oleh eksploitasi lingkungan yang tidak memperhatikan aspek ekologi dan sosial, semata-mata demi pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Ekonomi Nusantara dianggap sebagai solusi untuk mengatasi ketimpangan sosial-ekonomi serta menjaga keanekaragaman hayati.

Zenzi menjelaskan bahwa prinsip utama dari Ekonomi Nusantara adalah mendukung praktik ekonomi lokal yang berkelanjutan dan seimbang antara nilai-nilai ekologi, sosial, dan ekonomi. “Model ini secara alami membangun ekosistem baru di mana komunitas lokal menghasilkan komoditas dari wilayahnya sendiri dengan tujuan memulihkan hak-hak rakyat, ekosistem, dan ekonomi,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, ditulis Rabu (1/5/2024).

Roda penggerak dari Ekonomi Nusantara, menurut Zenzi, terletak pada pengakuan dan perlindungan terhadap Wilayah Kelola Rakyat (WKR). WKR dianggap sebagai mekanisme pengelolaan wilayah yang integratif dan partisipatif, memperkuat kedaulatan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) atas pengelolaan sumber daya alam.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 1-7 Mei 2024 Tertinggi Rp 2.892,31/kg

Pada kesempatan yang sama, Farah Sofa, Program Officer Natural Resources and Climate Change Ford Foundation Indonesia, menyatakan dukungannya terhadap konsep Ekonomi Nusantara yang digagas oleh WALHI. Hal ini sejalan dengan visi Ford Foundation dalam memperjuangkan keadilan sosial dengan memperhatikan mitigasi terhadap krisis iklim.

Melalui implementasi Ekonomi Nusantara, diharapkan masyarakat lokal dapat memperoleh kemandirian ekonomi sambil menjaga harmoni dengan alam. Model ini menjadi contoh nyata dari upaya menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan selaras dengan alam, serta memprioritaskan kesejahteraan masyarakat akar rumput. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com