Indonesian Planters Society (IPS) Hadiri MFAT 2024 di Malaysia, Kaji Teknologi Pemurnian Limbah Kelapa Sawit

oleh -2.794 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ketua Umum IPS, Jamalul saat berkunjung ke Merujaya POME Solutions Sdn Bhd di Banting, Selangor, Malaysia.

InfoSAWIT, JAKARTA – Indonesian Planters Society (IPS) melakukan kunjungan ke Malaysia dalam rangka memenuhi undangan dari Incorporated Society of Planters (ISP) Malaysia. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari kerja sama yang terjalin antara kedua organisasi dalam bidang perkebunan kelapa sawit, yang telah ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di masa lalu.

Ketua Umum IPS, Jamalul, menjelaskan kepada InfoSAWIT, Pada Jumat (18/10/2024), bahwa kunjungan ini sekaligus juga untuk menghadiri seminar Malaysia Future Agriculture Technology (MFAT) 2024.

Dalam seminar tersebut, salah satu topik utama yang menarik perhatian IPS adalah teknologi terbaru bernama Remarkable Technology using Electro-Coagulation and Electro-Oxidation (RT-ECO). Teknologi ini memungkinkan pemurnian limbah pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Proses RT-ECO mampu mengubah POME menjadi air bersih dan padatan yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.

BACA JUGA: Petani Sawit Anggota SPKS Dukung Penuh Prabowo-Gibran, Jaga Kelapa Sawit Berkelanjutan

“Kami juga berkunjung ke Merujaya POME Solutions Sdn Bhd di Banting, Selangor, Malaysia, untuk meninjau penerapan teknologi ini dalam skala mini. Kami optimis teknologi ini bisa diterapkan di industri nyata,” ungkap Jamalul.

Kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara IPS dan ISP, mempererat hubungan antarorganisasi yang sudah terjalin sejak tahun lalu. “Hubungan yang erat antara IPS dan ISP akan membuka peluang untuk peningkatan pengetahuan dan penerapan teknologi terbaru di bidang perkebunan kelapa sawit di kedua negara,” tambah Jamalul.

IPS berharap langkah ini dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi perkebunan, terutama dalam pengolahan limbah kelapa sawit. Teknologi RT-ECO, misalnya, dianggap memiliki potensi besar untuk diterapkan di Indonesia, di mana kolam limbah bisa digantikan dengan sistem daur ulang air. “Limbah pabrik yang diolah kembali menjadi air bersih ini sangat hemat air dan hasil padatannya bisa digunakan sebagai substitusi nutrien dalam pupuk,” jelasnya.

BACA JUGA: Malaysia Evaluasi Teknologi RT-ECO untuk Pengolahan POME Ramah Lingkungan

Dalam kegiatan ini, selain IPS, turut hadir juga beberapa perwakilan dari pihak terkait, yang ingin melihat langsung perkembangan teknologi terbaru di Malaysia. Jamalul juga menegaskan bahwa IPS akan terus berperan aktif dalam berbagai acara internasional, untuk membawa nama baik Indonesia dalam kancah global.

“Kehadiran kami di sini mewakili IPS adalah langkah awal untuk semakin memperkenalkan Indonesia dalam dunia internasional, terutama dalam bidang teknologi perkebunan kelapa sawit,” tutupnya. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com