Harga Minyak Sawit Naik setelah Tiga Hari Penurunan, Tetapi Diperkirakan Alami Penurunan Mingguan Pertama

oleh -11.785 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Crude Palm Oil (CPO).

Ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,04% terhadap dolar AS, membuat minyak nabati lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing.

Harga minyak jatuh pada hari Jumat setelah terlihat adanya tanda-tanda bahwa permintaan di China, sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia, terus lesu di tengah pemulihan ekonomi yang tidak merata.

Penurunan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.

BACA JUGA: GAR Catatkan Kinerja Biru pada Semester Pertama 2024, Meningkatkan Pendapatan dan Ekspansi Volume Penjualan

Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan minyak sawit dapat kembali menguji level terendah 14 November lalu di 4.826 ringgit per ton, karena koreksi dari harga 5.205 ringgit belum sepenuhnya selesai. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com