Pemerintah Dorong Sistem Tracing Sawit Nasional, Airlangga: Harus Sederhana dan Tangguh

oleh -4.101 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Kemenko/ Tim Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) melaporkan perkembangan sistem tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Pada Kamis (22/5).

InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat upaya pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan. Komoditas unggulan ini tak hanya menjadi penopang ekspor, tetapi juga menyerap jutaan tenaga kerja di dalam negeri. Salah satu langkah strategis terbaru adalah pengembangan sistem informasi dan pelacakan (tracing) sawit berbasis teknologi.

Pada Kamis, Tim Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) melaporkan perkembangan sistem tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan tata kelola industri sawit agar lebih transparan dan berdaya saing global.

“Pemerintah terus mendorong penguatan sistem informasi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan transparansi dan keberlanjutan. Sistem informasi dan tracing ini akan menjadi nilai tambah bagi kelapa sawit Indonesia di pasar global,” ujar Airlangga dalam keterangannya diperoleh InfoSAWIT, Jumat (23/5/2025).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Kamis (22/5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah

Ia mengapresiasi kemajuan yang ditunjukkan Tim ISPO dalam reformasi tata kelola sawit dan menekankan pentingnya sistem yang sederhana namun tetap efektif. Menurutnya, sistem yang terlalu rumit akan menyulitkan pelaku usaha, terutama di level bawah.

“Sistem tracing harus dirancang simple dan user-friendly agar bisa diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Sederhana, tapi tetap mendukung kebutuhan pasar global,” tegas Airlangga.

Sistem ini akan mencakup berbagai data penting, mulai dari sertifikasi, lokasi kebun, hingga aspek keberlanjutan lingkungan. Teknologi tracing akan menjamin transparansi dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan nasional dan internasional.

BACA JUGA: Pemuda Tani dan GAPERKASINDO Targetkan 40 Ribu Ha Padi Gogo dan 8 Ribu Ha Sawit Rakyat

Airlangga juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian/lembaga, pelaku usaha, akademisi, dan pemantau independen dalam membangun sistem ini. Ia berharap sistem tracing dapat terintegrasi dengan peta jalan industri sawit berkelanjutan yang tengah disiapkan pemerintah.

“Kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Dengan sistem tracing yang andal, kita bisa tunjukkan bahwa sawit Indonesia dikelola secara bertanggung jawab dan sesuai prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Kemenko Perekonomian, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, serta Direktur Utama PT Surveyor Indonesia. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com