Tekan Losses di Pabrik Sawit Hingga 1 Persen, Berikut Kata Pakar

oleh -3.457 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Pabrik Sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA — Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) mencatat masih tingginya angka kehilangan (losses) di pabrik kelapa sawit nasional. Ketua Bidang Pabrik Kelapa Sawit P3PI, Posma Sinurat, menyebut bahwa angka losses yang lazim terjadi berkisar antara 1 hingga 1,8 persen. Namun menurutnya, dengan manajemen yang baik, angka tersebut sejatinya bisa ditekan hingga 0,98 persen atau lebih rendah.

“Angka ideal sebenarnya bisa dicapai di bawah 1 persen. Tapi kita ambil patokan umum di 1 persen saja. Semakin kecil dari itu, semakin baik,” ujar Posma kepada InfoSAWIT disela acara Konferensi Pers TPOMI ke 3 di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa tingginya losses sangat bergantung pada dua faktor utama yang ia sebut sebagai “2M”, yakni Manusia dan Mesin. Keduanya berperan krusial dalam menentukan efisiensi proses produksi di pabrik kelapa sawit.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 4-10 Juni 2025 Naik Rp63,70 per kg

“Kalau kita bicara manusia, maksudnya adalah tenaga kerja yang benar-benar memahami cara kerja mesin. Banyak tenaga kerja di lapangan yang belum memiliki pengetahuan cukup soal cara mengoperasikan mesin secara optimal,” katanya.

Posma mencontohkan kondisi di beberapa pabrik yang menggunakan peralatan atau komponen yang tidak lagi layak pakai, seperti screw press yang aus atau tidak terkalibrasi dengan benar. Hal ini diperparah dengan minimnya pelatihan dan standar kerja yang tidak konsisten.

“Kadang alat yang digunakan sudah tidak sesuai standar, bahkan sudah jatuh performanya. Lalu dioperasikan oleh tenaga kerja yang tidak terlatih. Kombinasi ini menyebabkan losses yang tinggi,” ungkapnya.

BACA JUGA: UGM Ungkap Realita Sosial Program PSR, Petani Dihadapkan pada Risiko dan Harapan

Menurut Posma, upaya menurunkan losses bisa dilakukan melalui dua pendekatan utama. Pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan kedua adalah penerapan instruksi kerja yang sesuai dengan prosedur operasi mesin.

“Perusahaan besar biasanya sudah memiliki SOP dan sistem pelatihan yang baik. Tantangannya justru ada di perusahaan-perusahaan kecil, di mana masih terjadi kekurangan tenaga kerja terlatih dan tidak ada prosedur yang baku dalam mengoperasikan mesin,” ujarnya.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com