BPDP Tegaskan Komitmen Integrasi Hulu-Hilir Sawit Berkelanjutan

oleh -1.995 Kali Dibaca
Penulis: InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Mohammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP

InfoSAWIT, BANDUNG – Menghadapi dinamika pasar global dan tantangan berkelanjutan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas industri sawit nasional melalui sinergi program hulu-hilir. Pemanfaatan dana pungutan ekspor difokuskan untuk mendukung peremajaan kebun rakyat, penguatan riset, serta pengembangan teknologi dan SDM industri sawit.

Hal ini disampaikan Mohammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, dalam acara 3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 yang digelar di Bandung, 9 Juli 2025, yang dihadiri InfoSAWIT.

Alfansyah mengungkapkan bahwa Indonesia masih menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia, menyumbang sekitar 59% dari total produksi global, jauh melampaui negara-negara lain. Namun, ia mengakui bahwa tantangan besar masih menghadang, terutama terkait citra negatif global mengenai konversi lahan dan penerimaan produk sawit di pasar internasional.

BACA JUGA: 3rd TPOMI 2025 Kembali Digelar, Dorong Sinergi Teknologi Industri Sawit

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah terus memperkuat konsumsi domestik, termasuk lewat pengembangan program biodiesel. “Kita menjaga agar produksi sawit tidak berlebih dan tetap terserap. Sejak 2017, pemerintah meningkatkan pemanfaatan dalam negeri agar pasokan tetap seimbang,” jelas Alfansyah.

 

Fokus Utama Dana Pungutan: Peremajaan dan Kemitraan

Alfansyah menegaskan bahwa dana pungutan ekspor digunakan untuk membiayai program strategis, khususnya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). “PSR tidak boleh berhenti setiap tahun. Kalau tidak ada penambahan kebun baru, produksi akan menurun,” tegasnya.

Ia juga menyoroti skema kemitraan dalam program PSR yang semakin diminati petani. Sejak 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 hektare, dengan 2.404 hektare di antaranya melalui jalur kemitraan. “Respons petani cukup positif. Ketika bermitra dengan perusahaan, usulan replanting meningkat,” tambahnya.

 

Dukungan Infrastruktur dan Riset

Selain PSR, BPDP juga menyalurkan dana untuk penguatan sarana dan prasarana pertanian. Hingga kini, total dukungan mencapai lebih dari Rp129 miliar yang disalurkan ke 12 provinsi melalui rekomendasi Ditjen Perkebunan.

Untuk mendukung hilirisasi, BPDP menjalankan program riset dan pengembangan (R&D) yang telah mencatat 406 kontrak penelitian dengan 96 lembaga riset sejak awal. Meski demikian, Alfansyah menekankan pentingnya orientasi riset sesuai kebutuhan industri. “Jangan sampai hasil riset hanya jadi arsip. Industri harus terlebih dulu menyampaikan kebutuhannya agar hasilnya langsung bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

 

Seleksi Riset dan Fokus Tahun 2025

Arfie Thahar, Kepala Divisi Riset BPDPKS, menjelaskan bahwa seleksi proposal riset dilakukan sejak awal tahun dan berlangsung sekitar 8 bulan. Riset yang sedang berjalan saat ini merupakan hasil seleksi tahun 2024 dan akan digunakan untuk pendanaan tahun 2026.

Tujuh fokus riset yang didanai BPDP meliputi:

  1. Bioenergi
  2. Biomaterial
  3. Pangan dan Kesehatan
  4. Budidaya (termasuk pascapanen dan pengolahan)
  5. Lingkungan
  6. Sosial-ekonomi
  7. Teknologi informasi dan komunikasi

Tahun ini, riset yang sedang dikembangkan antara lain mencakup teknologi bioenergi murah dan efisien, serta pengembangan tanaman sawit yang tahan kekeringan dan penyakit seperti Ganoderma.

 

Pengembangan SDM dan Keseimbangan Industri

Tak hanya infrastruktur dan riset, BPDP juga mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa, yang sejauh ini telah mendukung lebih dari 5.000 mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan.

“Penting untuk menjaga keseimbangan antara hulu dan hilir. Jangan sampai kita fokus pada hilirisasi, sementara sektor hulu seperti kebun terabaikan. Pabrik terus bertambah, maka kebun juga harus dikuatkan,” pungkas Arfie.

Melalui berbagai program strategis ini, BPDP menegaskan perannya sebagai penggerak keberlanjutan industri sawit nasional—mendorong pertumbuhan inklusif, inovatif, dan berdaya saing di tengah tantangan global yang semakin kompleks. (T3)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com