Impor Minyak Sawit India Tembus Tertinggi dalam 11 Bulan, Dorong Harga di Pasar Global

oleh -2.721 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa / Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, MUMBAI — India mencatat lonjakan signifikan dalam impor minyak sawit selama Juni 2025, mencapai level tertinggi dalam hampir setahun terakhir. Peningkatan tajam ini dipicu oleh selisih harga yang menguntungkan dibandingkan dengan minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai (soyoil) dan minyak bunga matahari, serta kebutuhan untuk mengisi kembali stok domestik yang menipis.

Menurut laporan Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (Solvent Extractors’ Association/SEA) yang dirilis pada Senin (14/7/2025), impor minyak sawit negeri Bollywood tersebut melonjak lebih dari 60% dari bulan sebelumnya, menjadi 955.683 ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2024.

“Dengan harga yang lebih kompetitif, minyak sawit menjadi pilihan utama bagi importir India, terlebih saat stok dalam negeri sempat merosot ke titik terendah dalam lima tahun terakhir,” ujar SEA dalam pernyataannya.

BACA JUGA: DPRD Sumbar Desak Dinas Kehutanan Proaktif Dukung Satgas PKH Tertibkan Kebun Sawit Ilegal

Sebagai konsumen dan importir minyak nabati terbesar di dunia, permintaan yang meningkat dari India ini berpotensi mengurangi persediaan minyak sawit di negara-negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia. Kenaikan permintaan juga turut memberi dorongan terhadap harga kontrak berjangka minyak sawit di Bursa Malaysia.

Dilansir InfoSAWIT dari Kontan, sementara minyak sawit mengalami lonjakan, tren berbeda terlihat pada jenis minyak nabati lainnya. Impor minyak kedelai India tercatat menurun 9,8% menjadi 359.504 ton, sementara impor minyak bunga matahari justru naik 17,8% menjadi 216.141 ton.

Secara keseluruhan, stok minyak nabati di India per 1 Juli 2025 naik menjadi 1,568 juta ton, dari sebelumnya 1,33 juta ton pada awal Juni—kenaikan pertama dalam tujuh bulan terakhir.

BACA JUGA: Analis: ASEAN Harus Tuntut Akses Pasar yang Adil dari Uni Eropa dan Tiongkok, Lindungi Komoditas Strategis seperti Sawit dan Produk Halal

Analis pasar minyak nabati, Rajesh Patel dari GGN Research, memperkirakan tren pembelian tinggi minyak sawit akan terus berlanjut pada Juli ini. “Harga minyak sawit masih jauh lebih murah dibandingkan soyoil dan sunflower oil, sehingga kami perkirakan impor pada Juli tetap di atas 900.000 ton,” kata Patel.

Ia juga memperkirakan adanya peningkatan impor minyak kedelai bulan ini, menjadi sekitar 450.000 ton, disebabkan oleh beberapa kapal yang tertunda pembongkarannya di Pelabuhan Kandla, Gujarat, pada bulan lalu, yang dijadwalkan rampung dalam waktu dekat. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com