Indonesia Targetkan Ekspor Sawit ke India Tembus 5 Juta Ton pada 2025, Didukung Pemangkasan Tarif dan Kolaborasi Benih

oleh -2.339 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ GAPKI dan Indian Vegetable Oil Producers’ Association (IVPA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan kolaborasi sektor sawit, menjaga stabilitas ekspor, serta merespons isu negatif tentang sawit di India.

InfoSAWIT, JAKARTA — Indonesia menargetkan ekspor minyak sawit ke India menembus angka 5 juta ton pada tahun 2025, naik dari 4,8 juta ton pada 2024. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan India untuk memangkas bea masuk impor minyak sawit mentah (CPO), sebagai bagian dari strategi meningkatkan ketersediaan minyak nabati domestik dan mengendalikan harga.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengatakan bahwa penyesuaian tarif tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. “Setelah penurunan tarif impor, saya memperkirakan ekspor sawit Indonesia akan meningkat pada 2025, dan akan melampaui 5 juta ton,” ujar Martono dilansir Press Trust of India (PTI), belum lama ini.

India memangkas bea masuk CPO dari 20% menjadi 10%, menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi impor. Sepanjang tahun 2024, ekspor sawit Indonesia ke India menurun menjadi 4,8 juta ton dari 6 juta ton pada 2023. Penurunan ini terjadi karena harga CPO lebih tinggi dibanding minyak kedelai dan minyak bunga matahari untuk sebagian besar tahun 2024.

BACA JUGA: Model Koronisasi Jadi Terobosan IPB University Optimalisasikan Lahan Replanting Sawit

Namun situasi harga berubah sejak April 2025, di mana harga CPO mulai diperdagangkan di bawah harga minyak kedelai, sehingga daya saingnya meningkat. “Saya kira tidak ada masalah dengan harga tahun ini. Saya yakin ekspor ke India akan meningkat pada 2025,” kata Eddy.

Tak hanya dalam perdagangan, Indonesia juga mendukung upaya India memperluas industri sawit domestiknya. Sebagai bagian dari National Mission on Edible Oils–Oil Palm (NMEO-OP), Indonesia mengekspor 100.000 benih sawit ke India tahun ini guna membantu negara tersebut mencapai target penanaman 1 juta hektare sawit pada 2025–2026. Saat ini, luas perkebunan sawit India baru mencapai sekitar 350.000 hektare.

Eddy menjelaskan bahwa India telah mengimpor sekitar 500.000 benih sawit pada 2023 dan 2024, dan akan menambah 100.000 benih lagi tahun ini. “Sekitar 200 benih dibutuhkan untuk satu hektare, dan Indonesia siap memasok melalui skema business-to-business,” terangnya. Indonesia juga siap memberikan pendampingan teknis, mengingat pengalamannya dalam praktik budidaya sawit berkelanjutan.

BACA JUGA: DSNG Bukukan Lonjakan Laba 80% di Paruh Pertama 2025, Didukung Kinerja Solid Segmen Sawit dan Kayu

Untuk memperkuat kerja sama bilateral, GAPKI dan Indian Vegetable Oil Producers’ Association (IVPA) baru-baru ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan kolaborasi sektor sawit, menjaga stabilitas ekspor, serta merespons isu negatif tentang sawit di India.

“India adalah pasar yang sangat penting bagi Indonesia. Kami berharap ekspor ke India dapat stabil setelah penandatanganan MoU,” ujar Eddy. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik di India terkait manfaat sawit. “Masih banyak konsumen di India yang salah paham tentang sawit Indonesia. Padahal, minyak sawit adalah minyak yang sangat sehat,” tandas dia. (T2)

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com