Lawan Deforestasi di Afrika, Planting Naturals–KOLTIVA Bangun Rantai Pasok Sawit Transparan di Sierra Leone

oleh -30.900 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Perkebunan kelapa sawit di Sierra Leone.

InfoSAWIT, SIERRA LEONE — Laju kehilangan hutan di Afrika kian mengkhawatirkan. Sepanjang 2010–2020, benua ini mencatat tingkat deforestasi tertinggi di dunia, mencapai sekitar 3,9 juta hektare per tahun. Ekspansi pertanian, pemanfaatan kayu bakar yang tidak berkelanjutan, pembalakan, dan aktivitas pertambangan menjadi pemicu utama hilangnya tutupan hutan.

Di tengah tekanan tersebut, sebuah langkah transformatif muncul dari Sierra Leone. Planting Naturals memperkuat komitmen produksi minyak sawit berkelanjutan dengan menggandeng KOLTIVA, pemimpin global teknologi rantai pasok berkelanjutan. Kolaborasi ini bertujuan membangun rantai pasok minyak sawit yang sepenuhnya tertelusur, transparan, dan memenuhi standar global keberlanjutan.

Planting Naturals memproduksi minyak sawit mentah organik dan minyak inti sawit untuk pasar ekspor, yang bersumber dari perkebunan sendiri serta jaringan lebih dari 7.200 petani kecil. Perusahaan ini juga tercatat sebagai pengelola perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat RSPO pertama di Sierra Leone, sekaligus mengembangkan model kemitraan petani (outgrower) yang selaras dengan regulasi global terbaru, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Desember 2025 Tertinggi Ditetapkan Rp. 3.236,30 per Kg

Melalui dukungan teknologi ketertelusuran dan pendampingan lapangan dari KOLTIVA, Planting Naturals kini mampu menghadirkan visibilitas penuh hingga ke tingkat petak kebun di seluruh jaringan pasoknya. Hal ini menjadi krusial di tengah meningkatnya tekanan regulasi global, khususnya EUDR, yang mewajibkan seluruh komoditas yang masuk ke pasar Uni Eropa terbukti bebas deforestasi dan diproduksi secara legal.

Bagi Planting Naturals, kepatuhan bukan sekadar kewajiban. “Dengan EUDR yang berdampak besar pada perdagangan global, kami mengambil langkah tegas untuk memastikan setiap tetes minyak sawit diproduksi secara legal, bebas deforestasi, dan sepenuhnya tertelusur,” ujar Jan Hein De Vroe, Co-Founder & CEO Planting Naturals, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (25/12/2025). Ia menambahkan, melalui pemanfaatan platform KoltiTrace dari KOLTIVA, perusahaan dapat mengintegrasikan data geolokasi, legalitas, dan praktik keberlanjutan secara komprehensif.

Transformasi ini ditopang oleh platform ketertelusuran KOLTIVA yang memungkinkan pemetaan kebun secara detail, pengumpulan data real time, serta pemantauan kepatuhan di seluruh rantai pasok. Tim lapangan yang telah dilatih secara khusus mengumpulkan data terverifikasi terkait profil petani, pemetaan lahan, dan praktik keberlanjutan langsung di lapangan. Seluruh data kemudian dikonsolidasikan dalam satu sistem terpusat untuk mendukung penilaian risiko EUDR, pelaporan pengiriman, hingga kesiapan audit.

BACA JUGA: 82 Ribu Benih Sawit dari Afrika, Untuk Dongkrak Produktivitas Sawit

Dampaknya melampaui kepatuhan administratif. Dengan mengintegrasikan lebih dari 7.200 petani kecil ke dalam sistem yang tertelusur dan terverifikasi, Planting Naturals membangun model bisnis inklusif yang memperkuat mata pencaharian masyarakat pedesaan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.

Manajer Keberlanjutan Planting Naturals, Marvellous Ogala, menilai kolaborasi ini membawa perubahan nyata di lapangan. “Operasional kami menjadi lebih efisien dan transparan. Agen lapangan kini dapat mengumpulkan data dengan lebih cepat dan akurat, sekaligus berkomunikasi dengan petani dalam bahasa lokal. Ini meningkatkan kualitas data, kepatuhan, dan hubungan dengan komunitas petani,” ujarnya.

Dari sisi KOLTIVA, Co-Founder dan CEO Manfred Borer menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi bukti bahwa pelaku agribisnis Afrika mampu memimpin praktik produksi yang bertanggung jawab. “Dengan mengombinasikan teknologi dan pendampingan lapangan, Planting Naturals memperkuat ketertelusuran, inklusi petani kecil, dan sumber pasok bebas deforestasi,” katanya.

BACA JUGA: Isu Bencana Sering Digoreng Menjadi Tudingan Deforestasi Sawit

Pendekatan tersebut juga ditekankan oleh Chris Yohan Avié, Customer Success Officer dan Implementation Manager KOLTIVA. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada manusia di balik teknologi. “Dari ruang pelatihan hingga ke perkebunan, kami melihat pengetahuan berubah menjadi aksi nyata. Teknologi hanyalah alat—manusia yang membuat perbedaan,” ujarnya.

Dengan investasi pada sumber daya manusia dan sistem ketertelusuran digital, Planting Naturals kini menetapkan standar baru bagi produksi minyak sawit yang bertanggung jawab di Sierra Leone. Di tengah krisis deforestasi Afrika, model ini menunjukkan bahwa rantai pasok yang transparan, inklusif, dan bebas deforestasi bukan sekadar wacana, melainkan dapat diwujudkan dalam skala besar dan berdaya saing global. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com