PPKS Introduksi 4.500 Serangga Penyerbuk Sawit

oleh -1.703 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Elaeidobius kamerunicus (kumbang penyerbuk).

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebagai tindak lanjut, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengintroduksi tiga spesies terpilih—E. subvittatus, E. kamerunicus, dan E. plagiatus—dalam bentuk larva dan pupa (sekitar 2.000 individu per spesies). Introduksi dilakukan dari Tanzania pada 3 April 2025 dan tiba di Insektarium PPKS Unit Marihat sehari kemudian di bawah pengawasan Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Dari hasil inkubasi awal, jumlah kumbang indukan yang berhasil diperoleh masing-masing adalah E. subvittatus sebanyak 1.704 ekor, E. kamerunicus 1.494 ekor, dan E. plagiatus 1.359 ekor. Tahapan berikutnya adalah pengujian metagenomik di Laboratorium IGF Biologi Universitas Gadjah Mada untuk memastikan kemurnian spesies serta mendeteksi kemungkinan keberadaan patogen karantina (OPTK A1).

Selain itu, dilakukan serangkaian uji kesesuaian inang terhadap beragam tanaman, mulai dari kelapa sawit, kelapa, padi, jagung, hingga tanaman hortikultura seperti cabai, pepaya, mangga, dan jambu air. “Hasil sementara menunjukkan ketiga spesies tidak tertarik pada bunga selain sawit, sehingga aman dari potensi menjadi hama,” tutur periset pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Agus Eko Prasetyo kepada InfoSAWIT.

BACA JUGA: Menakar Daya Rusak Banjir Sumatra dan Jalan Panjang Mitigasi yang Terabaikan

Pengujian kompetisi antarspesies dan serangga lokal juga tengah berjalan, dan hingga kini tidak ditemukan indikasi kompetisi intraspesifik. PPKS juga menguji efektivitas penyerbukan melalui uji olfactometer dan observasi perilaku di insektarium.

Kegiatan ini mendapatkan pemantauan intensif dari berbagai pihak. Monitoring dan evaluasi (monev) oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dilakukan pada 10 Juli 2025, disusul monev bersama Ditjen Perkebunan, Barantin, GAPKI, serta tim peneliti pada 12–13 Agustus 2025.

BACA JUGA: Kebun Sawit Sitaan “Diputihkan”, Petani Sawit Nilai Negara Lebih Berpihak ke BUMN Ketimbang Rakyat

“Populasi awal memang tumbuh lambat, tapi kini mulai optimal. Dalam tiga bulan, populasi meningkat 15 kali lipat menjadi sekitar 85 ribu kumbang,” ungkap Agus. Hingga pertengahan Juli 2025, PPKS telah melibatkan 22 perusahaan dalam forum diskusi dan pelatihan pengelolaan kumbang penyerbuk di Insektarium Marihat. (*)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT edisi November 2025

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com