Afrika Diproyeksikan Jadi Penentu Baru Pasar Sawit Global Dekade Mendatang

oleh -15.224 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi perkebunan kelapa sawit di Afrika.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Kawasan Afrika diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam dinamika pasar minyak sawit global dalam satu dekade ke depan, baik sebagai pasar konsumsi utama maupun sebagai produsen yang kian diperhitungkan. Proyeksi tersebut mencuat seiring pertumbuhan populasi yang pesat dan meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan tersebut.

Chief Sustainability Officer Wilmar International Ltd, Jeremy Goon Kin Wai, mengatakan pelaku industri sawit global perlu mulai mengalihkan fokus ke Afrika dengan memanfaatkan permintaan struktural jangka panjang yang didorong oleh pertumbuhan penduduk.

“Afrika akan membentuk dinamika permintaan minyak sawit selama beberapa dekade ke depan, baik sebagai konsumen maupun produsen. Namun, membuka potensi pasar ini sangat bergantung pada kebijakan yang konsisten dan mendukung, infrastruktur dan logistik yang memadai, tata kelola lahan yang jelas, serta kerangka keberlanjutan yang pragmatis,” ujar Jeremy, dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Rabu (11/2/206).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Lagi Pada Selasa (10/2), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah

Ia menambahkan, dengan populasi Afrika yang diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,5 miliar jiwa pada 2050 dan mendekati empat miliar pada akhir abad ini, kawasan tersebut akan menjadi ujian nyata bagi daya saing minyak sawit. Persimpangan antara keterjangkauan harga, regulasi, dan tuntutan keberlanjutan akan semakin menentukan, seiring percepatan urbanisasi dan meningkatnya kebutuhan ketahanan pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeremy dalam sesi panel bertajuk CEO Roundtable: The Next Decade for Malaysian Palm Oil, yang dimoderatori CEO Malaysian Palm Oil Council, Belvinder Sron, pada Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference and Exhibition 2026 (POC) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Grup FGV Holdings Bhd, Datuk Fakhrunniam Othman, menyoroti keterbatasan pemanfaatan lahan sebagai tantangan nyata bagi industri minyak sawit global. Menurutnya, sudah saatnya industri menilai kembali ketersediaan lahan di dunia serta seberapa efisien lahan tersebut dikelola dan dimanfaatkan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 11-24 Februari 2026 Turun Rp 65,82 per Kg

“Ekspansi lahan bukan lagi pendorong utama pertumbuhan. Masa depan industri terletak pada peningkatan produktivitas, optimalisasi operasional, dan diversifikasi yang mampu membuka nilai tambah,” ujar Fakhrunniam.

Ia menegaskan bahwa strategi lahan tidak semata berbicara tentang pelaku dan tingkat produktivitas, melainkan juga tentang membangun ketahanan jangka panjang, menciptakan kualitas sistem produksi yang lebih baik, serta mendukung pembangunan masyarakat dan negara.

Untuk mendorong pertumbuhan hasil, Fakhrunniam menyarankan agar industri lebih fokus pada peningkatan kualitas bahan tanam dan produktivitas kebun, perencanaan replanting yang efisien dan terstruktur, serta optimalisasi operasional di tingkat estate. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com