Harga Minyak Sawit Berpotensi Turun di Bawah RM4.000 per ton, Tertekan Serbuan Minyak Kedelai Amerika Selatan

oleh -12.698 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Direktur Godrej International, Dorab Mistry.

InfoSAWIT, MUMBAI – Harga minyak sawit global diperkirakan masih berada di bawah tekanan dan berpotensi turun hingga di bawah RM4.000 per ton pada April mendatang. Tekanan tersebut terutama berasal dari persaingan ketat dengan pasokan minyak kedelai asal Amerika Selatan yang membanjiri pasar-pasar sensitif harga, termasuk India.

Menurut Bloomberg, sebagaimana dipublikasikan secara daring oleh InfoSAWIT, analis senior dan pedagang veteran minyak nabati Dorab Mistry menyebutkan bahwa minyak sawit perlu menjadi lebih murah untuk kembali menarik permintaan, khususnya dari India.

“Minyak sawit harus turun harganya untuk menarik kembali permintaan, terutama dari India,” ujar Mistry, yang juga menjabat sebagai direktur di Godrej International Ltd.

BACA JUGA: MPOC: Sawit Berkelanjutan Kunci Ketahanan Pangan Global di Tengah Krisis Lahan

Dalam beberapa bulan terakhir, minyak sawit dan minyak kedelai terlibat dalam persaingan harga yang ketat. Kondisi tersebut mendorong pembeli untuk kerap mengalihkan pembelian kargo, seiring berubahnya selisih harga dan ketersediaan pasokan. Secara historis, minyak sawit dikenal sebagai minyak nabati termurah dan menjadi pilihan utama bagi industri penyulingan dan makanan di India. Namun, keunggulan harga tersebut belakangan kerap terkikis, sehingga pembeli beralih ke minyak kedelai Amerika Selatan saat selisih harga semakin menyempit.

“Sejak tahun lalu, semuanya berubah total,” kata Mistry, merujuk pada pergeseran pola pembelian dan arus perdagangan minyak nabati global. Ia menilai, persaingan antara minyak sawit dan minyak kedelai akan semakin ketat dalam beberapa bulan ke depan, seiring meluasnya sumber impor minyak kedelai India.

Saat ini, India mengimpor minyak kedelai dari setidaknya 10 negara, meningkat tajam dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar tiga negara pemasok. India sendiri merupakan importir terbesar dunia untuk minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari, dengan total pembelian sekitar 16 juta ton per tahun, terutama dari Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026 Turun Rp. 26,17 per Kg 

Mistry memperkirakan bahwa pada tahun pemasaran berjalan, India akan meningkatkan impor minyak sawit dan minyak kedelai untuk menggantikan minyak bunga matahari yang harganya melonjak tajam. Impor minyak sawit India diproyeksikan mencapai sekitar 9 juta ton, sementara minyak kedelai diperkirakan sekitar 5,5 juta ton.

Sementara itu, dari sisi pasokan, produksi minyak sawit di negara produsen terbesar dunia, Indonesia, diperkirakan relatif stagnan pada 2026 di kisaran 50 juta ton. Mistry menilai, kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait penyitaan lahan perkebunan yang masih berlangsung.

Pengetatan pengawasan pemerintah Indonesia terhadap praktik penyimpangan di sektor perkebunan dan sumber daya alam, menurut Mistry, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Situasi tersebut menekan investasi di kebun maupun penggunaan pupuk, bahkan mendorong sebagian petani menghentikan aktivitasnya.

BACA JUGA: Afrika Diproyeksikan Jadi Penentu Baru Pasar Sawit Global Dekade Mendatang

“Rencana untuk menyita tambahan lima juta hektare pada 2026 membuat banyak pihak takut. Tidak akan ada investasi baru. Tidak ada yang melakukan ekspansi. Pertumbuhannya sudah hilang,” pungkas Mistry. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com