AS Resmi Pangkas Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk RI, Minyak Sawit Masuk Daftar Utama

oleh -5.077 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan strategis untuk menurunkan tarif hingga nol persen terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia.

InfoSAWIT, WASHINGTON DC – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan strategis untuk menurunkan tarif hingga nol persen terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa dalam dokumen ART tersebut terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia—baik sektor pertanian maupun industri—yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen di pasar AS.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Sekretariat Kabinet, Sabtu (21/2/2026).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode I-Februari 2025 Naik Rp. 49,17 per Kg

Selain itu, produk tekstil dan apparel Indonesia juga memperoleh fasilitas tarif nol persen melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ). Kebijakan ini dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi sekitar empat juta tenaga kerja di sektor tersebut.

Airlangga menambahkan bahwa jika dihitung bersama anggota keluarga, manfaat dari kebijakan ini dapat menjangkau hingga 20 juta masyarakat Indonesia.

 

Komitmen Timbal Balik Produk Pertanian

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk utama asal AS, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.

BACA JUGA: IPB Ingatkan Risiko Lingkungan Jika Sawit Disamakan dengan Pohon Kehutanan

Menurut Airlangga, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga bahan baku impor yang digunakan dalam industri pangan domestik.

“Masyarakat Indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun wheat, seperti mi instan, tahu, dan tempe. Jadi masyarakat tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.

 

Perdagangan Digital dan Keamanan Transaksi

Di tingkat multilateral, kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai dengan posisi dalam forum Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Indonesia turut mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai peraturan nasional, serta memastikan adanya perlindungan data konsumen yang setara dalam aktivitas perdagangan digital.

BACA JUGA: Ramai Soal Definisi Sawit di KBBI, Ini Penjelasan Badan Bahasa dan Peneliti BRIN

Pemerintah juga akan menerapkan strategic trade management guna memastikan perdagangan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan damai.

Perjanjian ini dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah proses hukum di kedua negara rampung, termasuk konsultasi dengan DPR RI, dan dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan tertulis bersama.

“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia Emas, sehingga perjanjian ini disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat,” tandas Airlangga. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com