Integrasi Sapi-Sawit Dinilai Efektif Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Perkebunan

oleh -5.924 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Prof. Maja Slingerland, dari Department of Plant Production Systems, Wageningen University & Research.

InfoSAWIT, JAKARTA – Praktik integrasi sapi dan kelapa sawit (cattle integration) dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengelolaan perkebunan berkelanjutan, termasuk dalam menekan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Saat berbicara pada acara 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP), dihadiri InfoSAWIT, Rabu (8/4/2026), Prof. Maja Slingerland, dari Department of Plant Production Systems, Wageningen University & Research, mencatat bahwa, pengelolaan limbah ternak menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi dampak lingkungan, khususnya emisi gas rumah kaca.

Menurutnya, penyimpanan kotoran ternak secara tertutup dapat membantu mencegah pelepasan gas berbahaya ke atmosfer, meskipun membutuhkan biaya tambahan. Ia mencontohkan praktik di Belanda yang telah memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi biogas guna menekan emisi metana yang memiliki potensi pemanasan global tinggi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (8/4), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Merosot

“Metana merupakan gas rumah kaca dengan dampak pemanasan global yang jauh lebih besar, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara hati-hati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Slingerland juga menyoroti isu penyakit tanaman, khususnya Ganoderma, yang kerap dikaitkan dengan aktivitas ternak di perkebunan. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar kuat.

Menurutnya, jamur Ganoderma mampu menghasilkan hingga 40.000 spora per menit per sentimeter persegi, atau setara miliaran spora per hari. Dengan jumlah sebesar itu, keberadaan ternak maupun aktivitas manusia di kebun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penyebaran penyakit tersebut.

BACA JUGA: Bappenas Dorong Integrasi Sawit dan Sapi untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular

“Dengan jumlah spora yang sangat besar di lingkungan, tidak masuk akal menyalahkan ternak sebagai penyebab utama penyebaran penyakit,” ujarnya.

Namun demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya kajian lebih lanjut terkait potensi kerusakan akar atau titik masuk patogen yang mungkin dipengaruhi oleh aktivitas di lapangan.

Dalam konteks operasional perkebunan, integrasi sapi-sawit juga disebut memberikan sejumlah keuntungan, seperti pengurangan penggunaan herbisida, efisiensi tenaga kerja, serta kontribusi positif terhadap praktik pertanian regeneratif.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-April 2026 Tertinggi Rp 3.726,28 per Kg

Meski begitu, Prof. Slingerland mengingatkan agar pelaku industri tidak berlebihan dalam mengklaim manfaat integrasi ini. Ia menegaskan bahwa keberadaan ternak tidak serta-merta dapat menggantikan kebutuhan pemupukan pada tanaman kelapa sawit.

“Pemupukan tetap harus dilakukan kecuali tersedia pupuk organik dalam jumlah dan kualitas yang benar-benar mencukupi untuk menggantikan kebutuhan nutrisi tanaman,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan dampak negatif signifikan dari keberadaan ternak terhadap pertumbuhan maupun produktivitas tanaman kelapa sawit, sehingga kekhawatiran tersebut dinilai tidak beralasan.

BACA JUGA: Aktivis Popayato Desak Perusahaan Realisasikan Hak Plasma Petani

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, integrasi sapi dan kelapa sawit dinilai sebagai salah satu pendekatan yang layak dikembangkan, selama dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan di kalangan pelaku industri. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com