Ancaman El Niño Kuat Berpotensi Tekan Produksi Sawit Global, Harga CPO Diprediksi Menguat

oleh -8.691 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi proses CPO.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Industri kelapa sawit global berpotensi menghadapi tantangan baru pada paruh kedua tahun 2026 seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño yang diperkirakan berkembang lebih kuat. Kondisi ini dikhawatirkan menekan produksi minyak sawit di Malaysia dan Indonesia, sekaligus membuka peluang kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional.

Lembaga riset pasar CGS International Securities Malaysia mengungkapkan, berdasarkan diskusi dengan ahli agronomi Dr. Lee Chin Tui, data terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat menunjukkan peluang sebesar 63 persen terjadinya El Niño kuat pada periode November 2026 hingga Januari 2027.

Dilansir InfoSAWIT dari NST, Jumat (19/6/2026), menurut Lee, tanda-tanda kondisi kering bahkan diperkirakan mulai muncul sejak Juli 2026. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa cuaca kering berkepanjangan memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (18/6), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Pada peristiwa El Niño tahun 2016, produksi CPO Malaysia tercatat turun 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, sepuluh perusahaan sawit besar di Indonesia mengalami penurunan produksi rata-rata 13,4 persen. Indonesia juga pernah mencatat kontraksi produksi sebesar 5,3 persen pada 2019 dan 8 persen pada 2024 saat menghadapi curah hujan rendah.

CGS International menilai, setiap gangguan produksi akibat cuaca di Malaysia dan Indonesia akan berdampak besar terhadap pasokan global mengingat kedua negara tersebut merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Penurunan produksi berpotensi memperketat ketersediaan pasokan dan mendorong harga CPO bergerak lebih tinggi.

 

Biaya Pupuk dan Risiko Produktivitas

Selain faktor cuaca, industri sawit juga menghadapi tantangan dari kenaikan biaya produksi, terutama harga pupuk. Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran sempat memicu lonjakan harga urea pada tahun ini, meskipun belakangan mulai mereda seiring indikasi deeskalasi ketegangan.

BACA JUGA: KPBN: Harga CPO Berpeluang ke Level Rp15.625 per Kg, Didukung Ekspor dan Sentimen B50

Dr. Lee mengingatkan bahwa langkah pengurangan aplikasi pupuk untuk menekan biaya dapat menjadi keputusan yang berisiko, khususnya saat terjadi gelombang panas. Suhu tinggi dapat meningkatkan kehilangan nitrogen melalui proses volatilisasi sehingga efektivitas pupuk menjadi berkurang.

Berdasarkan data uji lapangan jangka panjang, penghentian pemupukan memang tidak langsung berdampak terhadap hasil panen. Namun, tanaman sawit pada usia produktif dapat mengalami penurunan hasil rata-rata sekitar 11 persen dalam lima tahun berikutnya dibandingkan kebun yang mendapatkan pemupukan secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya manajemen air di perkebunan. Ketersediaan kelembapan tanah yang memadai membantu penyerapan unsur hara sekaligus menjaga produktivitas tanaman saat menghadapi tekanan iklim.

BACA JUGA: Agrinas Palma Gandeng Konsorsium Korea, Bidik Hilirisasi Biomassa Sawit dan Energi Hijau

 

Produksi TBS Malaysia Mulai Melemah

Meski produksi CPO Malaysia pada lima bulan pertama 2026 mencapai 7,38 juta ton atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, CGS International menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

Kenaikan produksi tersebut sebagian besar ditopang oleh meningkatnya tingkat ekstraksi minyak (oil extraction rate/OER). Sementara itu, produksi tandan buah segar (TBS/FFB) justru mengalami penurunan 3,1 persen secara tahunan.

Dr. Lee menilai target produksi CPO Malaysia sepanjang tahun 2026 yang diperkirakan berada pada kisaran 19,5 juta hingga 20 juta ton akan cukup menantang untuk dicapai. Salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan adalah kemampuan industri mempertahankan produksi bulanan sekitar 1,8 juta ton selama kuartal ketiga tahun ini.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com