Ekspor Bungkil Sawit Lampung Tembus Selandia Baru, 14 Ribu Ton PKE Bernilai Rp20 Miliar Dilepas

oleh -568 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Karantina Lampung melepas pengiriman 14 ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit menuju Selandia Baru.

InfoSAWIT, BANDAR LAMPUNG – Kinerja ekspor komoditas turunan kelapa sawit dari Provinsi Lampung kembali menunjukkan tren positif. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Karantina Lampung melepas pengiriman 14 ribu ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit menuju Selandia Baru, dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp20 miliar.

Dilansir InfoSAWIT dari Antara, Senin (6/7/2026), seluruh komoditas yang diekspor telah melalui serangkaian pemeriksaan dan memenuhi persyaratan karantina serta standar yang ditetapkan oleh negara tujuan.

Kepala Balai Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya saing komoditas perkebunan asal Lampung di pasar global. Menurutnya, pengiriman ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha daerah untuk terus memperluas jangkauan pasar internasional.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV-Juni 2026 Tertinggi Rp3.519,24 per Kg

“Ekspor PKE ini menunjukkan bahwa komoditas asal Lampung mampu bersaing di pasar internasional. Kami terus berkomitmen mengawal setiap proses ekspor agar memenuhi seluruh persyaratan negara tujuan sehingga kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia semakin meningkat,” ujar Donni.

Ia menjelaskan, keberhasilan hadirnya eksportir baru juga menjadi indikator semakin terbukanya peluang bisnis komoditas perkebunan Lampung di pasar ekspor. Sistem sertifikasi dan pengawasan karantina yang diterapkan dinilai mampu memberikan jaminan bagi pelaku usaha untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan.

Menurut Donni, meningkatnya permintaan dunia terhadap bahan baku pakan ternak alternatif yang efisien membuka peluang besar bagi Indonesia, khususnya Lampung, untuk meningkatkan volume ekspor PKE.

BACA JUGA: Ekspor Produk Sawit ke Belarus Dipacu, Indonesia Bidik Peluang Pasar EAEU Lewat Forum Bisnis Bilateral

“Permintaan Palm Kernel Expeller terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan industri peternakan global. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor,” katanya.

 

Karantina Jamin Standar Ekspor

Dalam setiap pengiriman, Karantina Lampung melakukan pemeriksaan fisik, pengawasan, hingga penerbitan Phytosanitary Certificate sebagai bukti bahwa komoditas telah memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan sesuai standar internasional dan ketentuan negara tujuan.

Sertifikat tersebut menjadi dokumen penting yang memastikan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan sehingga proses perdagangan internasional dapat berlangsung lancar sekaligus menjaga akses pasar Indonesia di berbagai negara.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Jumat (3/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

“Karantina hadir sebagai fasilitator perdagangan yang aman. Kami memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi seluruh persyaratan karantina negara tujuan sehingga risiko penyebaran organisme pengganggu tumbuhan dapat dicegah dan akses pasar tetap terjaga,” jelas Donni.

Ia berharap keberhasilan eksportir baru ini dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha di Lampung meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar ekspor, sehingga kontribusi sektor perkebunan terhadap devisa negara terus meningkat.

 

PKE Makin Diminati Pasar Global

Palm Kernel Expeller merupakan produk samping dari industri pengolahan kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Komoditas ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak karena kandungan serat dan nutrisinya, terutama untuk sapi perah dan sapi potong.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com