GAPKI Perluas Pasar Sawit ke Eurasia, Teken MoU Strategis dengan Asosiasi Minyak Nabati Rusia

oleh -1.380 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. GAPKI untuk InfoSAWIT/ Dari kiri ke kanan: Perwakilan BPDP, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, Direktur Eksekutif The Fat and Oil Union of Russia Mikhail Matlsev, dan Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato.

Selain itu, Indonesia juga memasok berbagai produk hilir seperti hydrogenated palm oil, shortening, vegetable ghee, dan emulsifier, meski volumenya masih relatif kecil, yakni sekitar 31 ribu ton dengan nilai US$57 juta.

Hingga April 2026, ekspor sawit Indonesia ke Rusia telah mencapai 189 ribu ton dengan nilai sekitar US$237 juta, mencerminkan masih terbukanya peluang peningkatan perdagangan antara kedua negara.

 

Promosi Sawit Berkelanjutan di INNOPROM 2026

Penandatanganan MoU di Moskow menjadi bagian dari rangkaian misi dagang GAPKI di Rusia sepanjang 6–10 Juli 2026. Sebelum menuju Moskow, delegasi GAPKI mengikuti INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, salah satu pameran industri terbesar di Rusia yang mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan asosiasi industri dari berbagai negara.

BACA JUGA: Barantin Catat Sertifikasi Ekspor Produk Sawit 8,6 Juta Ton, Gandeng SawitNus Perkuat SDM Muda dan Hilirisasi

Dalam forum bertajuk “Palm Oil and the Future of Sustainable Energy: Balancing Climate Goals, Energy Security and Economic Development”, Kepala Bidang Luar Negeri GAPKI Fadhil Hasan memaparkan pentingnya minyak sawit sebagai bagian dari solusi transisi energi global sekaligus penggerak daya saing industri.

Fadhil mengungkapkan bahwa produksi minyak sawit Indonesia (CPO dan PKO) pada 2025 mencapai 56,6 juta ton, meningkat sekitar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, ekspor naik menjadi 32,3 juta ton dengan nilai mencapai US$35,9 miliar, mencerminkan tingginya permintaan global terhadap produk sawit Indonesia.

Ia juga menyoroti implementasi mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konsumsi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

BACA JUGA: Permendag Baru Perketat Pasokan Minyak Goreng Sawit, Produsen Wajib Penuhi Kebutuhan Domestik

Di sisi keberlanjutan, Indonesia terus memperkuat penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang kini diperluas hingga sektor hilir dan bioenergi dengan penguatan aspek ketertelusuran (traceability), transparansi, dan perbaikan berkelanjutan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan hingga Oktober 2025, sebanyak 1.169 perusahaan dan pelaku usaha telah memiliki sertifikat ISPO yang masih berlaku, terdiri atas 80 Perkebunan Besar Negara (PBN), 931 Perkebunan Besar Swasta (PBS), serta 97 kelompok pekebun.

GAPKI berharap sinergi antara partisipasi pada INNOPROM 2026 dan penandatanganan MoU dengan asosiasi minyak nabati Rusia dapat menjadi momentum baru untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Rusia sekaligus mendorong peningkatan perdagangan, investasi, inovasi teknologi, dan pengembangan rantai pasok minyak nabati yang semakin efisien, tangguh, dan berkelanjutan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com