GAPKI dan PWI Perkuat Sinergi Pers untuk Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

oleh -423 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

Sawit Dinilai sebagai Aset Strategis Indonesia

Guru Besar Universitas Jember, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, dalam forum tersebut menyebut kelapa sawit sebagai salah satu anugerah yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, kontribusi sawit tidak hanya terlihat dari penerimaan devisa, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja serta dukungannya terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

“Sawit adalah anugerah. Kita harus bersyukur karena komoditas ini memberi kontribusi besar bagi devisa, lapangan kerja, dan ketahanan pangan serta energi nasional. Tugas kita bersama adalah mengelola anugerah ini dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya dirasakan seluruh rakyat,” ujarnya.

BACA JUGA: MPOC: Musim Monsun Berpotensi Redam Dampak Super El Niño terhadap Produksi Sawit Malaysia

Sementara itu, Ekonom Senior INDEF sekaligus President of ASAE, Prof. Dr. Bustanul Arifin, menyoroti perlunya penguatan sektor hulu, terutama perkebunan rakyat. Ia juga menekankan pentingnya strategi diplomasi internasional menghadapi meningkatnya kebutuhan energi domestik dan semakin ketatnya aturan perdagangan global.

Menurut Bustanul, keberlanjutan industri sawit harus menjadi agenda nasional, bukan sekadar respons terhadap tekanan dari negara lain.

“Sawit berkelanjutan adalah keniscayaan nasional, bukan sekadar respons atas desakan luar negeri,” katanya.

BACA JUGA: Kabut Asap Riau, PERSI Pastikan Rumah Sakit Siaga 24 Jam Antisipasi Lonjakan ISPA

Ia menyebut sejumlah langkah yang perlu diperkuat, antara lain peremajaan perkebunan rakyat untuk memperkecil yield gap, percepatan sertifikasi ISPO dan RSPO, serta pengembangan pola kemitraan yang lebih adil antara petani, BUMN, dan perusahaan swasta.

 

Kebebasan Pers dan Kepentingan Nasional

Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Agus Sudibyo mengatakan kebebasan pers harus tetap berjalan bersama kesadaran terhadap kepentingan nasional.

Menurut mantan anggota Dewan Pers tersebut, negara-negara lain juga menempatkan kepentingan nasional sebagai bagian penting dalam membangun dan melindungi industri domestiknya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV Agustus 2026 Naik Rp108,52 per Kg

“Kebebasan pers itu universal. Tetapi kesejahteraan nasional itu nilainya lebih tinggi,” ujar Agus.

Ia menilai media Indonesia tetap harus kritis terhadap industri sawit apabila ditemukan persoalan. Namun, pemberitaan juga perlu mempertimbangkan posisi strategis sawit bagi perekonomian nasional.

Agus menyebut sedikitnya lima peran penting industri kelapa sawit bagi Indonesia, yakni sebagai, pertama, penyumbang devisa nonmigas terbesar; kedua, penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar; ketiga, penopang perekonomian daerah; pendukung ketahanan dan kemandirian energi melalui pengembangan biodiesel; dan keempat, penyedia minyak nabati serta bahan baku industri pangan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 26 Agustus–2 September 2026 Naik, Usia 10–20 Tahun Rp4.073,80 per Kg

Karena itu, menurut Agus, perhatian terhadap persoalan lingkungan dan berbagai isu lain dalam industri sawit perlu berjalan beriringan dengan pengakuan atas kontribusi komoditas tersebut terhadap ekonomi nasional.

“Perhatian kita terhadap isu lingkungan dan masalah lainnya terkait sawit minimal harus seimbang dengan apresiasi, pembelaan, dan pengakuan kita bahwa sawit adalah saka guru atau pilar utama perekonomian nasional,” tegasnya.

Agus menambahkan, profesionalisme jurnalistik tidak boleh hilang ketika media membahas persoalan sawit. Kritik tetap diperlukan apabila terdapat pelanggaran atau tata kelola yang tidak sesuai. Namun, media juga perlu memahami posisi Indonesia dalam persaingan industri minyak nabati dunia.

BACA JUGA: Produksi Sawit Indonesia Juni 2026 Naik 8,59%, Konsumsi Biodiesel Tembus 1,13 Juta Ton

Melalui workshop tersebut, GAPKI dan PWI berharap pemahaman insan pers terhadap industri kelapa sawit semakin komprehensif. Dengan demikian, pemberitaan mengenai sawit diharapkan dapat tetap kritis, berbasis fakta, dan mampu memberikan informasi yang mencerdaskan masyarakat sekaligus menggambarkan dinamika industri secara lebih utuh. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com