Regenerasi Petani Sawit Jadi Perhatian, 174 Petani OKU Didorong Siapkan Generasi Penerus

oleh -4.897 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IPB Training untuk InfoSAWIT/174 petani asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hadiri pelatihan yang berlangsung pada 26–31 Agustus 2026 di Beston Hotel Palembang.

InfoSAWIT, PALEMBANG – Keberlanjutan industri kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh produktivitas tanaman dan pengelolaan lahan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang akan meneruskan pengelolaan perkebunan di masa depan. Pesan tersebut menjadi salah satu bagian dalam pelatihan budi daya kelapa sawit yang diikuti 174 petani asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dilansir InfoSAWIT dari IPB Training, Senin (31/8/2026), pelatihan yang berlangsung pada 26–31 Agustus 2026 di Beston Hotel Palembang tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.

Peserta pelatihan terbagi dalam enam angkatan, yakni XXIV, XXV, XXVI, XXVII, XXVIII, dan XXIX. Selain memperoleh materi teknis budi daya, peserta juga diajak melihat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.

BACA JUGA: Eksplorasi Konsep Nexus Baru (7 TAS+): Solusi Holistik Tata Kelola Sawit Berkelanjutan Indonesia

Pembahasan mengenai regenerasi petani muncul di tengah materi teknis pembibitan, khususnya pada tahapan Main Nursery (MN). Dalam sesi tersebut, narasumber turut memperkenalkan program beasiswa BPDP bagi anak petani sawit sekaligus mengaitkannya dengan peluang peran generasi muda dalam masa depan sektor perkebunan kelapa sawit.

 

Regenerasi Berjalan Bersama Penguatan Kompetensi Petani

Isu regenerasi petani tidak berdiri sendiri. Selama pelatihan, peserta tetap mendapatkan materi teknis yang mencakup berbagai tahapan pengelolaan perkebunan, mulai dari regulasi dan kebijakan, bahan tanam, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit.

Pada aspek bahan tanam, petani mendapatkan pemahaman mengenai bahan tanam unggul dan tidak unggul serta prosedur pengadaannya. Sejumlah peserta juga berbagi pengalaman mengenai praktik pembibitan yang mereka lakukan secara mandiri.

BACA JUGA: 174 Petani Sawit OKU Ikuti Pelatihan Budi Daya di Palembang, Perkuat Kompetensi dari Pembibitan hingga Pengendalian Hama

Materi pembibitan kemudian mencakup pengelolaan bibit pada fase pre-nursery (PN) dan main nursery (MN). Peserta mempelajari ukuran polybag, teknik penanaman, penyiraman, pemupukan hingga pemindahan bibit menggunakan ponjok.

Risiko kesalahan dalam pengelolaan bibit juga menjadi bahan diskusi, termasuk persoalan penggunaan benih palsu dan ukuran polybag yang tidak sesuai. Pengetahuan tersebut menjadi penting karena kualitas tanaman kelapa sawit sangat berkaitan dengan proses pengelolaan sejak tahap awal pembibitan.

 

Dari Persiapan Lahan hingga Pemeliharaan Tanaman

Setelah materi pembibitan, pelatihan berlanjut pada persiapan lahan dan penanaman. Petani mendapatkan materi mengenai kesesuaian lahan, replanting, pengajiran, penentuan populasi dan jarak tanam, pembuatan lubang tanam, serta penggunaan pupuk dasar.

BACA JUGA: Produksi Sawit Indonesia 2026 Diproyeksikan Tembus 50,31 Juta Ton (Bagian 1)

Peserta juga melakukan praktik pengajiran untuk menerapkan secara langsung materi yang telah diberikan.

Pada tahap pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), materi mencakup konsolidasi, sensus, perawatan piringan, gawangan, pasar pikul, kastrasi dan sanitasi. Sementara pada tanaman menghasilkan (TM), pembelajaran diarahkan pada pruning, akses panen, jalan produksi serta fruit set.

Kegiatan praktik juga dilakukan melalui kunjungan lapangan. Petani berkesempatan mempraktikkan penggunaan egrek, kastrasi, perawatan piringan secara manual maupun menggunakan mesin, serta penggunaan traktor.

BACA JUGA: Pupuk Organik Jadi Strategi Efisiensi, Industri Sawit Nasional Tetap Optimistis

Interaksi selama kunjungan lapang berlangsung secara aktif karena peserta membawa pertanyaan sekaligus pengalaman yang mereka temui dalam pengelolaan kebun masing-masing.

 

Bekal untuk Petani dan Generasi Berikutnya

Pembahasan mengenai regenerasi menjadi semakin penting ketika peningkatan kompetensi petani saat ini dipandang sebagai bekal yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis dalam pekerjaan perkebunan, tetapi juga membuka ruang pembahasan mengenai pengembangan kapasitas generasi muda yang memiliki keterkaitan dengan sektor kelapa sawit.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com