Bank Dunia dan CPOPC Dorong Investasi Sawit untuk Perluas Lapangan Kerja

oleh -343 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. CPOPC/ Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh (kedua dari kiri), bersama Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara, pada acara Plantation 360 di Bangkok.

InfoSAWIT, BANGKOK – Investasi swasta di sektor kelapa sawit perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperluas lapangan kerja, memperkuat ekonomi pedesaan, dan membuka peluang usaha bagi petani kecil. Isu tersebut menjadi fokus seminar “Plantation 360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs” yang digelar bersama oleh Kantor Direktur Eksekutif Kelompok Pemungutan Suara Asia Tenggara (EDS16) di Grup Bank Dunia dan Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC).

Seminar tersebut berlangsung di sela-sela Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) 2026 di Bangkok, Thailand. Forum ini membahas cara mengubah peluang investasi di sepanjang rantai nilai kelapa sawit menjadi proyek yang layak dibiayai, sekaligus memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Sektor sawit memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja, mulai dari budidaya, transportasi, pengolahan, perdagangan, hingga industri hilir. Secara global, lebih dari tujuh juta petani kecil menggantungkan penghidupan pada komoditas ini.

BACA JUGA: CSRA Percepat Mekanisasi Kebun Sawit, Efisiensi dan Pengurangan Kehilangan Panen Jadi Target

Besarnya skala industri tersebut dinilai membuka ruang bagi pembiayaan swasta untuk menjangkau berbagai skala usaha. Namun, investasi perlu dirancang agar manfaatnya tidak hanya terkonsentrasi pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat pelaku usaha kecil dan menciptakan pekerjaan dengan prospek yang lebih baik.

 

Peremajaan dan Hilirisasi Menjadi Peluang Investasi

Dalam diskusi, peserta membahas sejumlah bidang yang berpotensi menarik investasi, antara lain peremajaan tanaman, peningkatan praktik budidaya, pengolahan, sistem ketertelusuran, layanan digital, serta pemanfaatan biomassa sawit.

Investasi pada bidang-bidang tersebut dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang usaha baru. Pemanfaatan biomassa, misalnya, berpotensi menjadi sumber kegiatan ekonomi tambahan di luar produk utama perkebunan, sementara layanan digital dan sistem ketertelusuran dapat membantu memperbaiki pengelolaan rantai pasok.

BACA JUGA: IPOSS: Produktivitas dan Peremajaan Sawit Rakyat Jadi Kunci Ruang Tumbuh Industri

Meski demikian, realisasi investasi membutuhkan dukungan berupa informasi yang dapat diandalkan, kebijakan yang dapat diterapkan, akses pasar, serta mekanisme pengelolaan risiko. Bagi petani kecil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dukungan pembiayaan juga harus disertai pendampingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Hari Prabowo, membuka acara tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pidato utama mengenai peran pembiayaan pembangunan dalam menggerakkan investasi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.

Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh, menempatkan agenda investasi tersebut dalam konteks penguatan mata pencaharian masyarakat pedesaan, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan yang lebih tangguh di negara-negara produsen sawit.

BACA JUGA: Hilirisasi Sawit Indonesia Dinilai Mandek, Faisol Soroti Produktivitas Malaysia

“Investasi di sektor kelapa sawit seharusnya tidak hanya memperluas produksi. Investasi juga harus membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah, memberikan kesempatan yang adil bagi petani kecil dan UMKM, serta menciptakan lapangan kerja dengan prospek lebih baik bagi pekerja dan masyarakat pedesaan,” ujar Izzana dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Jumat (16/10/2026).

 

Pembiayaan harus menjangkau petani dan UMKM

Panel diskusi menghadirkan perspektif pembangunan, investasi, dan industri untuk membahas cara mendorong investasi yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Wakil Presiden Grup Bank Dunia untuk bidang Planet, Guangzhe Chen, membahas hubungan antara transformasi pedesaan yang tangguh, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan yang digerakkan sektor swasta. Dari sisi investor, Direktur Dewan Raisewell Ventures, Jeep Kline, menyoroti inovasi dalam rantai nilai berkelanjutan, ketertelusuran, dan pelibatan petani kecil.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis Pada Kamis (15/10/2026), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Mayoritas Melemah

Sementara itu, CEO Malaysian Palm Oil Association (MPOA), Roslin Azmy Hassan, membahas tantangan menjaga keseimbangan antara upaya keberlanjutan, profitabilitas, dan pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

Aspek akses keuangan turut menjadi perhatian. Naphongthawat Phothikit dari Bank of Thailand mengulas apakah sistem pembayaran digital dan solusi pembiayaan dapat diterapkan secara aman dan efektif bagi petani kecil serta UMKM. Adapun Maharani Hapsari dari Universitas Gadjah Mada menyampaikan perspektif mengenai peremajaan tanaman dan penerapan praktik budidaya yang baik.

Diskusi juga mencakup peran kemitraan pemerintah dan swasta dalam mendorong investasi. Reynaldi Hermansjah dari PT Sarana Multi Infrastruktur membahas pengalaman pembiayaan melalui skema kemitraan tersebut, sedangkan Amri Bukhairi Bakhtiar dari Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle menyoroti peluang kerja sama regional untuk memperkuat rantai nilai.

BACA JUGA: Menkeu Dorong Investasi Swasta di Industri Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lapangan Kerja

Dari sisi pemanfaatan hasil samping, Dikki Akhmar dari Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia membahas potensi biomassa sawit dalam menciptakan kegiatan usaha dan lapangan kerja baru.

Berbagai perspektif itu menggarisbawahi bahwa menarik modal hanyalah satu bagian dari agenda pembangunan. Investasi juga perlu diarahkan pada penguatan keterampilan tenaga kerja, perluasan akses pasar, serta keterlibatan usaha kecil agar manfaat ekonominya dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan generasi muda.

 

Modal Swasta Dinilai Penting Bagi Transformasi Industri

Direktur Eksekutif Alternatif untuk EDS16, Nakhafi Hassan, menegaskan pentingnya keterlibatan investor, lembaga keuangan, dan pelaku industri dalam mendorong transformasi sektor perkebunan.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com