InfoSAWIT, JAKARTA – Rasa ingin tahu membawa Badar Ahmad, mahasiswa asal Pakistan, menelusuri langsung industri kelapa sawit di Indonesia. Dari perjalanan itu, ia menemukan bahwa memahami sawit membutuhkan lebih dari sekadar informasi di dunia maya.
Sebelum menginjakkan kaki di Indonesia, sebagian besar pengetahuan Badar Ahmad tentang kelapa sawit berasal dari media sosial dan berbagai diskusi daring di negaranya, Pakistan. Beragam informasi yang ia terima, termasuk isu-isu yang menyelimuti industri ini, memunculkan banyak pertanyaan dalam benaknya.
Rasa ingin tahu itulah yang mendorong mahasiswa sekaligus aktivis muda asal Pakistan tersebut bergabung dalam program #YoungElaeis Ambassadors (YEAs) Batch 2. Keputusan itu kemudian mengantarkannya meraih penghargaan sebagai 2nd Winner kategori Health & Nutrition.
BACA JUGA: Kemerdekaan Ekonomi dan Jalan Panjang Koperasi Rakyat
Melalui program ini ia pun memperoleh pengalaman yang membuka wawasan. Tidak sekadar mendengar cerita dari orang lain, Badar pun berkesempatan melihat langsung, bertanya, dan memahami bagaimana industri sawit bekerja.
“Sebelum mengikuti program ini, sebagian besar pengetahuan saya tentang sawit berasal dari media sosial dan diskusi online di Pakistan. Ada banyak kekhawatiran yang berkembang. Karena itu, saya ingin memahami faktanya secara langsung, bukan hanya bergantung pada apa yang saya dengar dari orang lain,” ujarnya dalam kegiatan Media Engagement #YEAs Induction Week 2026, dihadiri InfoSAWIT, pada Kamis (11 Juni 2026). (T2)
