InfoSAWIT, JAKARTA – Peningkatan produktivitas perkebunan menjadi salah satu penopang utama kinerja Bumitama Agri Ltd. pada semester pertama 2026. Hasil TBS internal perusahaan meningkat 16% secara tahunan menjadi 10,7 ton per hektare, seiring pertumbuhan produksi dan perbaikan efisiensi pengolahan.
Dilansir InfoSAWIT dari laporan tengah tahun Bumitama, pada Selasa (18/8/2026), peningkatan produktivitas tersebut turut mengangkat kinerja keuangan perusahaan. Bumitama membukukan laba bersih Rp1,83 triliun pada semester I 2026, tumbuh 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain laba bersih, EBITDA perusahaan mencapai Rp3,50 triliun, meningkat 37% secara tahunan.
BACA JUGA: Lanskap Lestari di Kalbar: Hutan, Tembawang, dan Sawit Saling Berkaitan
Produktivitas Kebun Capai 10,7 Ton per Hektare
Bumitama mencatat produksi TBS internal sebesar 1,86 juta ton pada semester I 2026. Volume tersebut meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan volume berjalan seiring dengan perbaikan produktivitas. Hasil TBS internal naik dari 9,2 ton per hektare pada semester I 2025 menjadi 10,7 ton per hektare pada semester I 2026.
Perusahaan menilai capaian tersebut membuka peluang untuk membentuk standar produktivitas baru. Bahkan, apabila produktivitas semester pertama tersebut dapat dipertahankan pada paruh kedua tahun ini, total hasil tahunan berpotensi mendekati rekor produktivitas penuh tahun sebelumnya.
BACA JUGA: UNJA Dampingi Petani Sawit Swadaya Muaro Jambi Hadapi Replanting dengan FEROTRAP
Total panen TBS Bumitama pada semester I 2026 mencapai sekitar 3 juta ton, meningkat 10% dibandingkan 2,73 juta ton pada semester I 2025.
Peningkatan kinerja kebun juga diikuti oleh perbaikan tingkat ekstraksi minyak.
Oil extraction rate (OER) Bumitama mencapai 22,5% pada semester I 2026, naik tipis dari 22,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Berkedok POME, 11 Terdakwa Segera Jalani Sidang Perdana
Kenaikan OER menunjukkan bahwa peningkatan volume TBS dapat diikuti dengan pengolahan yang relatif efisien. Kombinasi produktivitas kebun, volume panen dan rendemen tersebut kemudian mendukung produksi CPO perusahaan yang mencapai 672.590 ton, naik 11% secara tahunan.
Areal Tertanam Capai 184 Ribu Hektare
Dari sisi perkebunan, Bumitama memiliki total areal tertanam sekitar 184 ribu hektare per 30 Juni 2026.
Areal tersebut terdiri atas 122 ribu hektare kebun inti dan 62 ribu hektare kebun plasma. Rata-rata usia tanaman berada di angka 15,1 tahun.
