InfoSAWIT, NEW DELHI – Indian Coast Guard (ICG) menyelamatkan 23 awak kapal tanker kimia asing yang mengangkut sekitar 9.000 metrik ton minyak sawit setelah kapal tersebut mengalami kemiringan berbahaya di lepas pantai Paradip, Odisha, India.
Dilansir InfoSAWIT dari Times of India, Jumat (2/10/2026), operasi penyelamatan berlangsung pada Senin setelah MT Seagull 9 mengirimkan sinyal darurat. Kapal tersebut kemudian berhasil distabilkan sebelum ditarik menuju pelabuhan Paradip.
ICG mengatakan tim khusus Damage Control Team diterjunkan ke atas kapal untuk menangani kondisi darurat. Tim menggunakan pompa submersible untuk mengeluarkan air dari tangki ballast sekaligus menutup saluran pipa laut yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemiringan kapal dan mencegah kondisi berkembang menjadi kecelakaan yang lebih serius.
Dalam keterangannya melalui platform X, ICG menyebut operasi dilakukan dalam kondisi berisiko tinggi. Kapal patroli ICGS Vishwast menjadi salah satu unit yang dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.
Selain tim penyelamat, ICG juga mengerahkan kapal pengendali polusi dan kapal patroli lepas pantai ke lokasi kejadian. Pengerahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pencemaran sekaligus memastikan pemantauan kondisi kapal tetap berlangsung.
BACA JUGA: Jangan Menua Tanpa Jaminan Sosial, Persiapan Masa Depan Harus Dimulai Sejak Produktif
Tumpahan Minyak Sawit Berhasil Dipantau
Selain keselamatan awak kapal, potensi pencemaran laut menjadi perhatian dalam insiden tersebut. ICG menyebut sempat terlihat lapisan tipis minyak sawit (palm-oil sheen) di sekitar lokasi.
Namun, hasil pemantauan menggunakan pesawat Dornier menunjukkan lapisan minyak tersebut telah sepenuhnya menghilang.
Kondisi itu mengurangi kekhawatiran terhadap dampak pencemaran yang lebih luas di perairan sekitar Paradip.
BACA JUGA: UU Reforma Agraria Indonesia Picu Ketidakpastian bagi Perusahaan Sawit Malaysia
Setelah kondisi kapal berhasil dikendalikan, MT Seagull 9 ditarik menuju Paradip dengan pengawalan unit ICG. Penjagaan tetap dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal, awak, dan lingkungan laut selama proses penarikan.
Insiden tersebut menunjukkan risiko yang dapat muncul dalam pengangkutan komoditas minyak nabati melalui jalur laut, terutama ketika kapal mengalami gangguan stabilitas di perairan terbuka.
Dua Operasi Penyelamatan Sebelumnya
Operasi penyelamatan terhadap MT Seagull 9 menambah daftar penanganan kecelakaan laut yang dilakukan ICG dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA: Formula 100% Kesuksesan Poltek Sawit CWE: 50% Integritas, 30% Kepandaian, 20% Fisik
Pada 11 September, ICG mengevakuasi 21 awak kapal niaga MV KMAX EMPEROR setelah kapal tersebut bertabrakan dengan MV TRUE MARINER di sekitar area outer anchorage OTB Kandla, Gujarat.
Sebelumnya, pada 21 Agustus, ICG juga melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah kapal kargo MV Ocean Winner tenggelam di Teluk Benggala, sekitar 290 mil laut dari Paradip.
Kapal tersebut membawa sekitar 71.200 metrik ton iron ore fines dari Odisha menuju China. Sebanyak 24 awak berada di dalam kapal, terdiri atas 20 warga negara China, satu warga Bangladesh, dan tiga warga Myanmar.
BACA JUGA: Aksi Sigap Petani Sawit Swadaya Menjaga Kehidupan Dari Kebakaran Lahan
Dalam insiden terbaru, perhatian utama ICG adalah memastikan 23 awak MT Seagull 9 selamat sekaligus mencegah gangguan terhadap lingkungan laut selama kapal yang membawa ribuan ton minyak sawit tersebut ditarik menuju Paradip. (T2)
