Godrej Consumer Products Proyeksikan Pertumbuhan Pendapatan Dua Digit, Harga Minyak Sawit Jadi Tantangan

oleh -129 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Godrej Consumer Products Ltd (GCPL) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan konsolidasi pada kisaran belasan persen tinggi (high-teens) pada kuartal II tahun fiskal 2026/2027.

InfoSAWIT, JAKARTA – Godrej Consumer Products Ltd (GCPL) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan konsolidasi pada kisaran belasan persen tinggi (high-teens) pada kuartal II tahun fiskal 2026/2027 yang berakhir September 2026. Optimisme ini ditopang permintaan yang tetap kuat di berbagai pasar, meski tekanan inflasi pada sejumlah bahan baku, termasuk minyak sawit, kembali meningkat.

Dalam pembaruan kinerja kuartalannya, Senin (5/10/2026), GCPL memperkirakan pertumbuhan pendapatan konsolidasi berada di kisaran belasan persen tinggi, disertai pertumbuhan volume dasar penjualan (underlying volume growth) pada kisaran satu digit tinggi serta kenaikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar dua digit.

Untuk bisnis mandiri yang terutama mencakup pasar domestik India, perusahaan memperkirakan pendapatan tumbuh pada kisaran belasan persen, dengan pertumbuhan volume dasar penjualan pada kisaran satu digit tinggi. Proyeksi tersebut tetap dipertahankan meskipun perusahaan memperkirakan koreksi persediaan di tingkat perdagangan (trade inventory correction) memberikan dampak sekitar 100–150 basis poin terhadap kinerja.

BACA JUGA: Ekspor Sawit Indonesia Turun pada Juli 2026, Pengiriman ke India dan Rusia Tertekan

Dilansir InfoSAWIT dari India Times, Jumat (8/10/2026), GCPL menyebut pertumbuhan tersebut didukung kinerja yang sehat pada portofolio perawatan pribadi (personal care) dan perawatan rumah tangga (home care), sehingga pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada satu kategori produk.

 

Bisnis Indonesia Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit

Di pasar internasional, Indonesia menjadi salah satu penopang pertumbuhan GCPL. Perusahaan memperkirakan bisnis Indonesia, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah India, mencatat pertumbuhan pendapatan pada kisaran belasan persen tinggi, dengan pertumbuhan volume pada kisaran satu digit tinggi.

Menurut GCPL, kinerja tersebut didukung peningkatan eksekusi bisnis, momentum pangsa pasar yang tetap terjaga, serta tren permintaan kategori produk yang sehat.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.866,97/Kg

Selain Indonesia, bisnis Godrej Africa, USA and Middle East (GAUM) juga diperkirakan membukukan pertumbuhan pendapatan dan volume yang kuat pada kisaran dua digit. Kinerja ini ditopang berbagai inisiatif pengembangan pasar di kategori utama serta perluasan portofolio produk barang konsumsi cepat habis (fast-moving consumer goods/FMCG).

GCPL menyatakan masih berada di jalur yang sesuai untuk memenuhi panduan kinerja tahunan. Bahkan, perusahaan optimistis dapat melampaui target tersebut pada sejumlah indikator, berkat pertumbuhan yang tersebar di berbagai lini bisnis.

 

Inflasi Bahan Baku Kembali Menekan Margin

Di tengah prospek pertumbuhan penjualan, kenaikan biaya bahan baku menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. GCPL mengungkapkan, tekanan biaya input meningkat selama kuartal II, setelah beberapa komoditas sempat menunjukkan tanda-tanda moderasi menjelang akhir kuartal I tahun fiskal 2026/2027.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (6/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Tekanan inflasi kembali muncul pada sejumlah kelompok bahan baku utama, termasuk turunan minyak mentah, minyak sawit, serta berbagai input komoditas lainnya.

Menghadapi kondisi tersebut, perusahaan mengombinasikan penyesuaian harga secara terukur, program penghematan biaya, peningkatan efisiensi rantai pasok, serta pengelolaan pengeluaran yang disiplin.

GCPL menilai pengalaman menghadapi siklus kenaikan harga komoditas yang lebih besar pada masa lalu menjadi modal untuk mengelola tekanan biaya saat ini tanpa mengorbankan agenda pertumbuhan.

BACA JUGA: Konsumsi Biodiesel Melonjak 13,59%, Penyerapan Sawit Domestik Makin Besar

Bagi industri berbasis minyak sawit, perkembangan ini memperlihatkan bagaimana perubahan harga bahan baku dapat memengaruhi struktur biaya perusahaan barang konsumsi. Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan GCPL menunjukkan bahwa permintaan pasar dan penguatan pelaksanaan strategi bisnis tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja di tengah tekanan inflasi. (T2)

 

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com