Pasokan Minyak Bunga Matahari Rusia Terganggu Perang, India Beralih Borong Sawit

oleh -255 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Gangguan ekspor minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam mulai memengaruhi pasar minyak nabati India. Minyak sawit jadi pilihan impor.

InfoSAWIT, MUMBAI – Gangguan ekspor minyak bunga matahari dari kawasan Laut Hitam mulai memengaruhi pasar minyak nabati India. Serangan terhadap infrastruktur pelabuhan di kawasan tersebut membuat sejumlah pengiriman tertunda, bahkan satu kargo asal Rusia dibatalkan.

Pengiriman sekitar 20.000 ton minyak bunga matahari Rusia yang sedianya menuju India terpaksa dibatalkan setelah pemasok tidak mampu memenuhi pengiriman akibat kerusakan infrastruktur pelabuhan di kawasan Laut Hitam.

Presiden International Sunflower Oil Association, Sandeep Bajoria, mengatakan pembatalan atau washout merupakan kejadian yang jarang terjadi dalam perdagangan minyak bunga matahari. Menurutnya, kasus serupa bahkan tidak banyak dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA  JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Rabu (7/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Melemah

“Pembatalan pengiriman seperti ini jarang terjadi. Namun, infrastruktur Laut Hitam kini mengalami kerusakan akibat perang,” kata Bajoria dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Jumat (9/10/2026).

Selain kargo yang dibatalkan, sekitar 60.000 ton minyak bunga matahari yang menuju India juga mengalami keterlambatan akibat konflik Rusia-Ukraina. Kondisi tersebut mendorong pembeli India meningkatkan pembelian minyak sawit untuk mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang musim festival.

 

Pengiriman Beralih ke Pelabuhan Baltik

Gangguan di pelabuhan Laut Hitam membuat para eksportir Rusia mulai mencari jalur alternatif melalui pelabuhan di Laut Baltik, termasuk St Petersburg dan Ust-Luga.

BACA JUGA: PGN Siapkan Integrasi Biometana dari Limbah Sawit ke Jaringan Gas Nasional

Namun, perubahan rute tersebut membawa konsekuensi berupa kenaikan biaya logistik dan waktu pengiriman yang lebih panjang.

“Pengiriman dari pelabuhan Baltik berarti biaya angkut lebih tinggi dan tambahan waktu perjalanan sekitar 10 hari,” ujar Bajoria, yang juga menjabat sebagai CEO perusahaan broker minyak nabati berbasis di Mumbai, Sunvin Group.

Menurutnya, jalur tersebut menjadi pilihan yang harus ditempuh karena kondisi infrastruktur di kawasan Laut Hitam semakin terganggu akibat perang.

BACA JUGA: Musim Mas Kerahkan 1.000 Personel dan Helikopter untuk Tangani Karhutla di Kalimantan Tengah

 

Stok Minyak Bunga Matahari India Menipis

India menjadi salah satu importir utama minyak bunga matahari dunia dan hampir seluruh kebutuhan domestiknya dipenuhi melalui impor. Negara tersebut membutuhkan sekitar 250.000 ton minyak bunga matahari per bulan.

Namun, pengiriman pada Oktober diperkirakan hanya mencapai sekitar 160.000 ton, terutama akibat keterlambatan proses pemuatan di Rusia dan Ukraina, menurut seorang pedagang berbasis di New Delhi.

Persediaan minyak bunga matahari India juga telah menurun setelah impor dalam beberapa bulan terakhir berada di bawah rata-rata. Situasi tersebut menjadi semakin krusial karena permintaan minyak nabati diperkirakan meningkat selama musim festival.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.866,97/Kg

Kondisi itu mendorong importir India mencari alternatif melalui minyak sawit.

 

India Borong 150.000 Ton Minyak Sawit

Sumber perdagangan menyebutkan, India membeli sekitar 150.000 ton minyak sawit mentah (CPO) hanya dalam tiga hari pada pekan ini. Pengiriman dijadwalkan untuk November dan Desember melalui pelabuhan di pesisir timur maupun barat India.

Sebagai perbandingan, India rata-rata mengimpor sekitar 632.000 ton minyak sawit per bulan dalam periode hingga Oktober 2025.

BACA JUGA: Sekadau Salurkan 57.700 Bibit Sawit Unggul, Program IP3K Jangkau 21 Kelompok Tani

Peningkatan pembelian minyak sawit India berpotensi memberikan dukungan tambahan terhadap pasar CPO global. Bertambahnya permintaan dari salah satu konsumen minyak nabati terbesar dunia tersebut dapat membantu mengurangi persediaan minyak sawit di dua produsen utama, Indonesia dan Malaysia. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com