InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Malaysia kembali memperkuat hubungan perdagangan minyak sawit dengan India. Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia, YB Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad, dijadwalkan memimpin misi resmi ke India pada 27 September hingga 1 Oktober 2026 untuk memperluas kerja sama komersial sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai pemasok minyak sawit berkelanjutan dan produk berbasis sawit bernilai tambah.
Misi yang dikoordinasikan Malaysian Palm Oil Council (MPOC) tersebut akan mencakup kunjungan ke Bengaluru dan Mumbai, dengan agenda pertemuan bersama perwakilan pemerintah, perusahaan, asosiasi industri hingga penyedia teknologi.
Dilansir InfoSAWIT dari MPOC, Sabtu (27/9/2026), India menjadi pasar ekspor minyak sawit terbesar Malaysia selama 13 tahun berturut-turut. Pada 2025, Malaysia mengekspor sekitar 2,94 juta ton minyak sawit dan produk berbasis sawit ke India dengan nilai mencapai RM14,15 miliar.
Besarnya peran minyak sawit dalam pasar minyak nabati India membuat hubungan kedua negara menjadi strategis. Minyak sawit menyumbang sekitar 51% dari impor minyak nabati India dan sekitar 34% dari total konsumsi minyak nabati negara tersebut.
Ekspor Sawit Malaysia ke India Naik 40,4 Persen
Chief Executive Officer MPOC, Belvinder Kaur Sron, mengatakan India tetap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan pasar jangka panjang industri sawit Malaysia.
Menurutnya, hubungan perdagangan kedua negara telah berlangsung lama dan ditopang oleh hubungan komersial yang kuat antara pelaku industri Malaysia dan India.
BACA JUGA: MPOC Proyeksikan Ekspor Sawit Malaysia Stabil 16 Juta Ton pada 2027
Pada delapan bulan pertama 2026, ekspor minyak sawit Malaysia ke India tercatat meningkat 40,4% menjadi 2,26 juta ton. Pada periode yang sama, pangsa Malaysia dalam impor minyak sawit India juga meningkat menjadi 39,2%.
Kenaikan tersebut menunjukkan tetap kuatnya permintaan pembeli India terhadap produk sawit Malaysia, terutama dari sisi kualitas, kontinuitas pasokan dan aspek keberlanjutan.
“Misi ini akan membangun momentum tersebut sekaligus mengidentifikasi peluang baru pada oleokimia, specialty fats dan berbagai aplikasi produk berbasis sawit bernilai lebih tinggi,” kata Belvinder.
BACA JUGA: PSR Riau Capai 55.140 Hektare, Dana Peremajaan Sawit Rakyat Tembus Rp1,9 Triliun
Bahas Hilirisasi Sawit hingga Teknologi Pertanian
Di Bengaluru, Menteri Noraini dijadwalkan bertemu dengan Pemerintah Karnataka serta sejumlah perusahaan besar India yang bergerak di sektor pangan, barang konsumsi dan teknologi pertanian.
Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah peluang, mulai dari pasokan minyak sawit, aplikasi produk hilir, pengadaan berkelanjutan hingga pengembangan kelapa sawit. Agenda juga mencakup pemanfaatan teknologi digital dalam pertanian serta penguatan hubungan antara pemasok Malaysia dan produsen di India.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa misi Malaysia tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan perdagangan CPO dan produk sawit konvensional, tetapi juga memperluas peluang pada sektor hilir dengan nilai tambah lebih tinggi.
BACA JUGA: Denda Kebun Sawit Capai Rp21,9 Triliun, PURAKA Soroti Tata Kelola Aset Hasil Penertiban
Sementara di Mumbai, Menteri Noraini dijadwalkan menyampaikan pidato utama dalam Globoil India 2026 pada 30 September. Konferensi industri minyak dan lemak tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari berbagai mata rantai industri global.
Selain menjadi forum untuk membahas perkembangan pasar, agenda di Mumbai juga mencakup pertemuan dengan pimpinan senior Solvent Extractors’ Association of India serta sejumlah pelaku industri lainnya. (T2)
