InfoSAWIT, JAKARTA — Tongkat kepemimpinan Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) resmi berpindah tangan. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan Denaldy Mulino Mauna sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan Mohammad Abdul Ghani yang memasuki masa purna tugas.
Dalam informasi didapat InfoSAWIT, Rabu (2/7/2025), penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-24/MBU/02/2025 tanggal 4 Februari 2025, yang telah disampaikan kepada jajaran internal perusahaan. Dengan mandat baru tersebut, Denaldy akan mengemban tugas strategis untuk melanjutkan transformasi Holding Perkebunan, serta mengawal restrukturisasi industri sawit, tebu, dan komoditas perkebunan lainnya agar berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Bagi lingkungan PTPN Group, nama Denaldy bukanlah figur asing. Ia telah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Holding PTPN III sejak tahun 2020, berdasarkan SK Menteri BUMN No. SK-48/MBU/02/2020. Dengan rekam jejak lebih dari dua dekade di sektor agribisnis dan kehutanan, ia dinilai memiliki kompetensi kuat untuk membawa Holding Perkebunan ke fase konsolidasi dan ekspansi selanjutnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 2-28 Juli 2025 Turun Rp20,24 Per Kg
Pria kelahiran Paris tahun 1971 ini memiliki pengalaman luas dalam kepemimpinan, mulai dari menjabat sebagai Direktur Utama Perum Perhutani (2017–2020), hingga menjadi Group Chief Financial Officer (CFO) di PT Triputra Agro Persada (2015–2017). Kariernya di Triputra dimulai sejak tahun 2004, membuktikan kapasitasnya dalam memimpin dan mengelola perusahaan agribisnis berskala besar.
Secara akademik, Denaldy menempuh pendidikan sarjana di bidang Akuntansi dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung (1995), dan meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) dari University of Maryland, College Park, Amerika Serikat pada 1998.
Kombinasi antara latar belakang pendidikan keuangan dan pengalaman lintas sektor di BUMN maupun swasta, menjadikan Denaldy sebagai sosok yang tepat untuk mempercepat pencapaian target Holding Perkebunan. Agenda besar yang akan diembannya meliputi penguatan peran subholding PalmCo dan SugarCo, integrasi rantai pasok nasional, hilirisasi produk perkebunan, serta implementasi prinsip keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG) dalam setiap lini bisnis.
Di bawah kepemimpinannya, Holding Perkebunan diharapkan dapat melanjutkan momentum transformasi yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus menjawab berbagai tantangan strategis sektor perkebunan nasional. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan efisiensi operasional, penguatan daya saing global, hingga percepatan program-program kemitraan dan keberlanjutan.
Penunjukan Denaldy Mulino Mauna juga menandai komitmen Kementerian BUMN untuk mempercepat restrukturisasi industri perkebunan dalam kerangka tata kelola korporasi yang sehat dan berorientasi masa depan.
Dengan pengalaman, visi, dan kepemimpinan yang dimilikinya, publik dan pelaku industri kini menantikan gebrakan baru dari Holding PTPN III di bawah komando Denaldy Mulino Mauna. (T3)
