PalmCo Kantongi Sertifikat RSPO untuk 67 PKS dan 124 Kebun, Penjualan Produk Bersertifikat Tumbuh 148%

oleh -145 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Domi Yanto/ Ilustrasi lanskap perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo terus memperluas penerapan standar keberlanjutan di seluruh wilayah operasionalnya. Hingga Agustus 2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun perusahaan telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Penguatan sertifikasi tersebut berjalan seiring dengan upaya perusahaan meningkatkan tata kelola operasional dan memperluas nilai tambah produk sawit. Hingga September 2026, penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) dengan premium price untuk produk bersertifikat tumbuh 148% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan sertifikasi keberlanjutan merupakan bagian dari transformasi tata kelola perusahaan. Menurut dia, penerapan standar tidak cukup hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi harus terintegrasi dalam sistem kerja dan aktivitas operasional sehari-hari.

BACA JUGA: Pakistan-AS Bahas Perjanjian Dagang, Peluang Ekspor Pertanian dan Produk Sawit Jadi Perhatian

“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” ujar Jatmiko dalam keterangan perusahaan ditulis InfoSAWIT, Senin (26/10/2206).

Ia menjelaskan, penerapan standar keberlanjutan secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan operasional sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap perusahaan. Capaian penjualan produk bersertifikat juga menunjukkan adanya peluang untuk menghubungkan penerapan prinsip keberlanjutan dengan penciptaan nilai ekonomi.

 

PalmCo Perluas Sertifikasi ISO dan Standar Keselamatan Kerja

Selain sertifikasi RSPO, PalmCo memperluas penerapan berbagai standar manajemen yang mencakup mutu, lingkungan, keselamatan kerja, keamanan pangan, dan pencegahan penyuapan.

BACA JUGA: Pakar: Cangkang Sawit Berpotensi Menjadi Sumber Pendapatan Tambahan Pabrik Kelapa Sawit

Hingga Agustus 2026, perusahaan mencatat penerapan ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu pada 176 unit. Sementara itu, ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan telah diterapkan pada 143 unit, sedangkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mencakup 191 unit.

Pada aspek lainnya, ISO 22000 tentang Sistem Manajemen Keamanan Pangan telah diterapkan pada tiga unit. Adapun ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan diterapkan pada delapan unit.

Penerapan beragam standar tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem pengelolaan yang lebih terukur. Dengan cakupan yang berbeda, setiap standar mendukung pengendalian mutu produk, pengelolaan dampak lingkungan, perlindungan keselamatan pekerja, keamanan pangan, serta penguatan integritas dalam proses bisnis.

BACA JUGA: Margin Keuntungan Kedelai Brasil Diproyeksi Meningkat pada 2026/2027, Petani AS Tertekan

 

Ekonomi Sirkular Jadi Bagian dari Strategi ESG

Direktur Strategi & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan penguatan sertifikasi juga berkaitan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satu pendekatan yang dikembangkan perusahaan adalah ekonomi sirkular melalui optimalisasi pemanfaatan limbah sawit.

Menurut Ugun, integrasi ESG dalam kegiatan operasional perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menekan dampak lingkungan.

“Penerapan ESG tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi bagaimana prinsip tersebut terintegrasi dalam proses bisnis. Salah satunya melalui penerapan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan,” kata Ugun.

BACA JUGA: Karhutla Sumsel Tak Cukup Diatasi dengan Pemadaman, Tata Kelola Gambut Jadi Kunci

Dalam industri kelapa sawit, pendekatan ekonomi sirkular membuka peluang pemanfaatan kembali produk samping pengolahan untuk mendukung efisiensi sumber daya. Implementasinya dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengurangi limbah sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari kegiatan perkebunan dan pengolahan.

 

Produk Sawit Bersertifikat Berpeluang Hasilkan Premium Price

Pertumbuhan penjualan CPO dan PKO dengan premium price untuk produk bersertifikat sebesar 148% YoY hingga September 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis produk berkelanjutan PalmCo.

Capaian tersebut memperlihatkan potensi nilai tambah yang dapat diperoleh perusahaan dari produk yang memenuhi standar keberlanjutan. Meski demikian, besaran premi yang diterima tetap bergantung pada kondisi pasar, persyaratan pembeli, jenis sertifikasi, dan transaksi yang dilakukan.

BACA JUGA: Malaysia Pertimbangkan Penghapusan Pajak Ekspor CPO, Stok Sawit Tembus 3,5 Juta Ton

Ke depan, PalmCo menyatakan akan melanjutkan percepatan sertifikasi sekaligus memperkuat integrasi ESG dalam operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup peningkatan kualitas tata kelola, pengelolaan lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta pengembangan ekonomi sirkular.

Melalui strategi tersebut, perusahaan berupaya memastikan aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com