InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.018/kg pada Senin (26/10/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp182/Kg atau turun 1,20% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Jumat (23/10/2026) yang mencapai Rp. 15.200/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.100/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.018/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 14.850/Kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp. 14.900/Kg.
Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia turun di bawah RM4.800 per ton, berbalik melemah setelah mencatat kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan datang dari pelemahan harga minyak sawit di Bursa Dalian dan minyak kedelai di Chicago.
BACA JUGA: Pemerintah Percepat PSN Sawit, Legalitas Kebun Rakyat dan Kemitraan Jadi Prioritas
Dilansir Trading Economic, penurunan harga minyak mentah dunia turut membebani pasar karena mengurangi daya tarik relatif minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Selain itu, permintaan dari sektor pangan yang cenderung melemah di tengah tekanan inflasi yang masih berlanjut turut memengaruhi sentimen pasar.
Meski demikian, pelemahan harga berhasil dibatasi oleh kuatnya kinerja ekspor. Perusahaan survei kargo melaporkan pengiriman minyak sawit Malaysia selama periode 1–20 Oktober 2026 melonjak sebesar 58,5%–78,4% dibandingkan periode yang sama pada September 2026.
Permintaan menjelang perayaan festival di India, yang merupakan negara pengimpor minyak sawit terbesar di dunia, juga memberikan dukungan tambahan bagi pasar.
BACA JUGA: BPDP dan Ditjenbun Bersama PT CWE Melatih 167 Petani Sawit Bengkulu Membuat Pupuk Organik
Untuk November 2026, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga minyak sawit akan bertahan di atas RM4.600 per ton. Proyeksi tersebut didukung potensi peningkatan permintaan dari India dan China, yang diperkirakan beralih ke minyak sawit di tengah potensi pengetatan pasokan minyak bunga matahari dan minyak kedelai.
Dalam jangka panjang, penerapan mandatori biodiesel B50 di Indonesia diperkirakan menjadi salah satu penopang permintaan minyak sawit. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi domestik di Indonesia, yang merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Senin (26/10/2026):
BACA JUGA: Pakar: Cangkang Sawit Berpotensi Menjadi Sumber Pendapatan Tambahan Pabrik Kelapa Sawit
CPO______
Franco Dumai Rp. 15.100 (WD). Penawaran Rp. 15.018-KJA
FOB Talang Duku Rp. 14.850-EUP
Franco Teluk Bayur Rp. 14.900-WIRA
Loco PKS Ngabang Rp. 14.725-EUP
Loco PKS Kembayan Rp. 14.600-EUP
(T2)











