Perempuan Petani Sawit Didorong Lebih Mandiri dan Berdaya

oleh -187 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Magdalena Sunaryati, petani kelapa sawit sekaligus perangkat Desa Sekuto Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

InfoSAWIT, JAKARTA – Perempuan memiliki peran penting dalam rantai pasok kelapa sawit, mulai dari kegiatan pemeliharaan kebun hingga penguatan ekonomi keluarga. Namun, keterbatasan akses terhadap pelatihan, beban pekerjaan domestik, dan minimnya dukungan lingkungan masih menjadi tantangan bagi perempuan untuk mengembangkan potensinya.

Hal tersebut disampaikan Magdalena Sunaryati, petani kelapa sawit sekaligus perangkat Desa Sekuto Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dalam Dialogue on Female Representation in the Palm Oil Value Chain, dihadiri InfoSAWIT, Kamis (29/102026), di Jakarta.

Magdalena membagikan pengalamannya menjalani berbagai peran, baik sebagai ibu rumah tangga, petani sawit, maupun perangkat desa. Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan untuk menjalankan beragam tanggung jawab, tetapi sering kali dibatasi oleh pandangan sosial dan budaya yang menempatkan perempuan sebagai kelompok yang lemah dan membutuhkan perlindungan.

BACA JUGA: Solidaridad Usulkan Lima Langkah Perkuat Hak Perempuan dalam Sertifikasi Sawit Berkelanjutan

Ia menilai, tantangan pemberdayaan perempuan tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari keterbatasan kepercayaan diri sebagian perempuan dalam mengenali kemampuan yang dimilikinya.

Dalam aktivitas perkebunan, Magdalena bersama perempuan lain di kelompoknya melakukan berbagai kegiatan secara gotong royong, mulai dari membersihkan lahan, memupuk tanaman kelapa sawit, hingga melakukan penyemprotan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perempuan turut berkontribusi langsung dalam kegiatan budidaya sawit.

Untuk meningkatkan kapasitas petani, kelompoknya mendapatkan pendampingan dari Solidaridad melalui berbagai program pelatihan, termasuk kesetaraan gender, kerja layak, literasi keuangan, dan sekolah lapangan mengenai pemeliharaan kelapa sawit.

BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Tetap Tinggi hingga 2027, Biodiesel Indonesia Jadi Penopang

Melalui sekolah lapangan, Magdalena mengaku memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum dimiliki, terutama mengenai cara merawat dan mengelola kebun sawit dengan lebih baik. Pengetahuan tersebut kemudian dibagikan kepada perempuan petani lainnya melalui kegiatan pelatihan.

Pemberdayaan yang dilakukan juga menyasar peningkatan pendapatan keluarga. Perempuan mendapatkan keterampilan membuat sabun cuci pakaian dan sabun cuci piring yang awalnya ditujukan untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga. Seiring berkembangnya keterampilan tersebut, produk yang dihasilkan juga berpotensi dipasarkan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Meski demikian, Magdalena mengakui tidak semua perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan. Tanggung jawab mengurus rumah tangga sering kali menyulitkan perempuan untuk mengembangkan keterampilan, meskipun mereka juga membantu pekerjaan di kebun.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Melesat Pada Rabu (28/10/2026), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah 

Karena itu, ia mendorong agar pelatihan kesetaraan gender tidak hanya diberikan kepada perempuan, tetapi juga melibatkan laki-laki, termasuk para suami. Dengan pemahaman yang sama, keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan kapasitas perempuan.

Magdalena juga mengusulkan agar anggota kelompok tani dan koperasi didorong mengikuti pelatihan secara lebih luas. Menurutnya, akses terhadap pembelajaran dapat membantu perempuan mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan lebih berani menyampaikan pendapat.

“Jika kita memiliki pemahaman yang sama untuk mendukung perempuan, akan semakin banyak perempuan yang memiliki kemampuan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Dari Abu Boiler Sawit Jadi Bata Ringan, Koperasi Belayan Sejahtera Kembangkan Ekonomi Sirkular di Kutai Kartanegara

Bagi Magdalena, pemberdayaan perempuan bukan sekadar memberikan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan perkebunan, melainkan juga memastikan mereka memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan keluarga, serta peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com